Blueprint Menjadi Agen Properti Profesional dan Menembus Profit Bersih Lebih Dari 1 Milyar / tahun

Agen properti professional cukup fokus kepada 3 jenis aktifitas saja, yaitu: mengumpulkan LISTING yang sellable, mengumpulkan LEADS dan menjadikan leads tersebut sebagai pembeli dan mengembangkan bisnis properti dengan cara LEVERAGE bisnis dengan menambah sumber daya manusia, membuat sistem dengan standar tinggi dan menggunakan tools-tools untuk memudahkan proses kerja.

Rumah Dijual Palembang

Mindset: Hal Pertama Yang Harus Dibangun Sebelum Memulai

SEMUA agen properti yang sukses selalu memiliki alasan yang kuat untuk menjalani profesi ini. Cara termudah untuk mencari alasan yang kuat adalah dengan menanyakan Mengapa Sebanyak 5 Kali atau sering disebut 5-Why Method. Metode ini juga dapat digunakan untuk mencari akar dari suatu masalah.

Mari kita berlatih mencari alasan yang kuat dengan bertanya “Mengapa Saya Mau Menjalani Profesi Sebagai Agen Properti?”

Why 1: Karena saya ingin mendapatkan komisi dari penjualan properti untuk kehidupan sehari-hari. <= Mengapa?

Why 2: Karena saya ingin dapat menyekolahkan anak-anak sesuai minat dan bakatnya di sekolah terbaik. <= Mengapa?

Why 3: Supaya anak-anak dapat hidup bahagia dan mencapai potensi maksimalnya. <= Mengapa?

Why 4: Supaya tidak ada penyesalan dalam hidup ini karena tidak melakukan hal tidak maksimal dalam hidup ini. <= Mengapa?

Why 5: Supaya saya bisa memberikan Legacy dan contoh karakter kuat kepada anak dan cucu saya.

Bagaimana dengan anda? Silahkan corat-coret di form ini ya. KLIK DISINI.

Menyusun langkah untuk mencapai profit 1 milyar pertahun, kita perlu mengetahui rasio industri. Inilah rasio-rasio industri properti yang harus menjadi patokan untuk menyusun strategi.

  • 10 Leads : 3 Showing : 1 Transaksi
  • Komisi rata-rata 2.5% x Nilai Transaksi. Apabila menjadi Listing sekaligus Buyer Agent maka komisi bersih 1.125% x Nilai Transaksi. Namun apabila hanya menjadi salah satu dari Listing atau Buyer Agent, maka komisi bersih 0.56% x Nilai Transaksi.
  • Maksimal biaya promosi 50% adalah dari Komisi Bersih.
  • 10 Listing : 1 Listing Hot Deals

Sekarang berasumsi kita adalah Listing sekaligus Buyer Agent.

  1. Target profit bersih pertahun 1 milyar (atau profit bersih per bulan 85 Juta).
  2. Komisi bersih 1.125% x nilai transaksi, artinya kita perlu membukukan nilai transaksi per tahun 88.888 milyar (atau nilai transaksi per bulan 7.5 milyar).
  3. Nilai transaksi per bulan 7.5 milyar. Kita hanya perlu menjual properti dengan nilai rata-rata 500 juta sebanyak 15 kali dalam sebulan. Opsi lain adalah menjual properti dengan nilai rata-rata 250 juta sebanyak 30 kali dalam sebulan. Masuk akal dan achievable. Dengan rata-rata begini, artinya kita perlu fokus pada listing primary market atau secondary market dengan rentang harga 250-500 juta.
  4. Sekarang mari kita hitung komisi bersih dari hasil penjualan properti tersebut. Penjualan 500 juta mendapatkan komisi bersih 5.6 juta. Penjualan 250 juta mendapatkan komisi bersih 2.8 juta.
  5. Sekarang kita harus menghitung budget promosi yang harus di-investasikan (50% x komisi bersih). Budget promosi maksimum untuk rumah 500 juta adalah 2.8 juta/unit dan Budget promosi maksimum untuk rumah 250 juta adalah 1.4 juta/unit. 
  6. Mari kita berasumsi Cost per Lead adalah 25 ribu apabila menggunakan digital marketing dan menggunakan rasio 10 lead : 1 pembeli. Artinya kita membutuhkan leads sejumlah 150 leads untuk rumah 500 juta dan 300 leads untuk rumah 250 juta. Budget maksimal untuk digital marketing adalahh 7.5 juta perbulan.

Kesimpulan:

Untuk mendapatkan profit 1 milyar setahun membutuhkan upaya:

  • 15 penjualan properti seharga 500 juta dalam 1 bulan atau 30 penjualan properti dalam 1 bulan.
  • 25 Listing berkualitas baru setiap bulannya.
  • 300 Leads baru setiap bulannya 

Listing: Bagaimana Cara Mendapatkan Properti Yang Memiliki Kesempatan Terjual / Tersewa Lebih Besar!

Agen spesialis listing ditargetkan untuk mendapatkan 25 listing baru berkualitas setiap bulan. Sederhana-nya minimal 1 listing berkualitas baru di setiap hari kerja.

Setiap hari agen spesialis listing harus berkeliling pada suatu kawasan dan hanya fokus pada kawasan itu saja. Tujuannya adalah mendapatkan kontak dari properti yang memasang spanduk dijual atau disewakan untuk nantinya kita bujuk agar mau memasarkan properti melalui agen properti.

Selain itu agen spesialis listing dapat bertanya ke warga setempat, keamanan bahkan tukang sapu, bila ada properti yang mau dipasarkan. Berikut adalah kawasan-kawasan yang harus menjadi fokus dari agen spesialis listing.

  1. Kawasan Baru dan Berkembang

Kawasan ini dicirikan dengan terjadinya pengembangan properti baru yang terus-menerus dilakukan karena berusia relatif lebih muda daripada kawasan lainnya. Kawasan ini meliputi Alang-Alang Lebar (Citra Grand City, Springhill, Mandiri Residence, The Pavillion), Jakabaring (OPI, Apartemen Sentraland), Soekarno-Hatta dan Talang Keramat.

Kawasan yang juga harus menjadi perhatian adalah Jalan Akses Tanjung Api-Api dan dimana pada kawasan ini banyak pergudangan dan pabrik.

2. Kawasan Tua Tapi Tetap Stabil

Sebuah kawasan yang telah lama berdiri dan bergerak menjadi mature. Palembang memiliki banyak contoh kawasan yang sudah tergolong dewasa namun tetap stabil di dalam peruntukan, fasilitas, dan bahkan pengembangannya. Kawasan tersebut antara lain RajawaliAlamsyah Ratu Prawira (Perumahan Bukit Sejahtera), Kenten, Celentang, Sukabangun dan Sako Baru.

Wilayah lainnya adalah Kambang Iwak. Jalan di Wilayah Kambang Iwak banyak berubah fungsi menjadi restoran, rumah toko, bahkan tempat perbelanjaan. Anak-anak muda banyak memenuh wilayah ini untuk mencari hiburan.

Daerah yang serupa adalah Angkatan 45 dan Demang Lebar Daun. Kawasan ini telah menjadi lokasi bisnis yang benar-benar premium di Palembang. Hampir semua properti komersial premium berada disini.

3. Kawasan Modern dan Baru Diperbaiki

Berbicara mengenai wilayah seputaran Palembang sangat menarik, karena pembangunan dan pengembangan tidak seketika berhenti di wilayah-wilayah tertentu saja. Pemerintah dan developer sama-sama menemukan berbagai area yang cukup potensial untuk semakin dikembangkan. Kawasan yang masuk dalam kategori modern dan baru diperbaiki infrastrukturnya antara lain SukarelaTalang Buruk, Talang Betutu dan Kebun Bunga yang sangat dekat dengan stasiun LRT dan bandara.

Lalu, bagaimanakah wilayah yang termasuk ke dalam SUNSET AREA yang harus dihindari oleh agen spesialis listing.

  1. Kawasan Tua dan Menurun

Umumnya kawasan ini ditandai dengan kematangan yang telah mencapai lebih dari 30 tahun. Kejayaan wilayah ini biasanya sudah lama sekali berlalu dan ditandai dengan kondisi properti yang semakin buruk dan rusak, serta keadaan lingkungan yang tidak lebih baik.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebab utamanya adalah karena wilayah ini telah berdiri sendiri. Tak ada lagi pengembang dan developer yang bertanggung jawab atas area yang sudah tergolong dewasa ini. Akibatnya tidak ada aktivitas penjualan dan promosi yang signifikan lagi. Perlahan tapi pasti pelaku bisnis meninggalkan wilayah ini dan beralih ke area bisnis lainnya yang lebih menjanjikan. Padahal di masa lalu, bisa jadi tempat ini merupakan segitiga emas bisnis dan keuangan pada jamannya.

Contoh kawasan sunset yang tua dan menurun adalah Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, dan Kuto.  Seharusnya pemerintah mengambilalih daerah SUNSET seperti ini dan memikirkan peruntukan yang lebih bermanfaat lainnya, daripada ditinggalkan begitu saja.

2. Kawasan Tua yang Baru Diperbaiki

Area yang tergolong kawasan tua dan dewasa sempat menjadi titik keramaian bisnis, namun kemudian perlahan mulai ditinggalkan. Tindakan pemerintah daerah untuk memperbaiki wilayah ini tergolong terlambat, sehingga telah telanjur memasuki masa SUNSET. Upaya renovasi dan perbaikan mungkin masih berlangsung tetapi tak cukup mampu lagi untuk mengangkat nilai properti di wilayah tersebut.

Keadaan ini terjadi karena lokasi dan struktur bangunan tidak lagi dinilai strategis dilihat dari perencanaan keseluruhan kota. Kawasan yang dinilai telah berada di jalur SUNSET dalam kategori ini antara lain wilayah Plaju (Selepas dari Kompleks Pertamina) dan Boom Baru

3. Kawasan Tua dan Penuh Kriminalitas

Wilayah dalam kategori ini biasanya sudah benar-benar dalam keadaan memprihatinkan dan tidak lagi dilirik oleh pelaku bisnis yang ada. Biasanya area ini ditandai dengan keadaan bangunan yang rusak parah ditambah dengan keadaan lingkungan yang tak kalah buruknya. Kawasan yang harus dihindari adalah Kertapati dan Tangga Buntung.

  • Rumah Tinggal, Sellable itu bila nyaman untuk hunian, lingkungan bagus untuk pertumbuhan Anak, bebas banjir, mudah ke mana – mana, dekat saran publik, keamanan terjamin, harga pas
  • Gudang, Sellable itu bila dapat dilewati oleh kendaraan besar, lantai gudang memiliki kekuatan menahan beban, ketinggian gudang, tidak dekat dengan pemukiman penduduk, harga pas.
  • Ruko Bisnis, Sellable bila berada di tengah kota, populasi padat, sekitar banyak ruko bisnis sejenis, ukuran tidak kekecilan, harganya pas
  • Tanah, Sellable itu bila tanah itu memiliki fungsi tertentu yang jelas. Tidak ada tanah yang bagus untuk semua fungsi. Bentuk tanah segi 4 adalah yang paling diminati. Proporsional antara lebar depan dan belakang. Tanah bebas timbunan akan mengurangi cost pembeli bila akan di pakai.
  • Hotel / Kos-Kosan, Bagus itu bila terisi penuh, kondisi gedung layak pakai, di lokasi yang bisa mendatangkan penyewa, fasilitas berfungsi baik, harganya layak invest

Leads: Bagaimana Cara Mendapatkan Calon Pelanggan dan Mengubah Menjadi Pembeli Properti Kita!

Leverage: Bagaimana Cara Mengembangkan Bisnis Properti Hingga Mencapai Potensi Maksimal