Tertarik Membeli Perumahan/Rumah Murah di Palembang? Baca 10 Tips Ini Dulu Supaya Tidak Salah Beli!

Jangan pernah sembarang membeli rumah/perumahan di Palembang. Dan jangan sampai Anda langsung tergoda dengan iklan “rumah dijual murah di Palembang”! Semua orang pasti ingin punya rumah yang harganya murah. Tapi jangan sampai harga murah itu berujung fatal dan berdampak pada rasa kecewa yang akan Anda alami nantinya. Boleh-boleh saja Anda membeli rumah yang dijual murah. Tapi tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan supaya Anda tetap merasa puas dengan rumah murah tersebut. Nah, di bawah ini ada 10 tips yang sebaiknya Anda lakukan agar Anda bisa mendapatkan rumah murah di Palembang dan tidak menghasilkan kekecewaan karena pembelian rumah melibatkan uang yang tidak sedikit.

Rumah Dijual Palembang

Bagaimanapun juga, membeli rumah merupakan bagian dari kebutuhan Anda. Tenang saja, di bawah ini kita akan membahas beberapa hal yang sebaiknya (atau malah bahkan seharusnya) diperhatikan dalam membeli rumah. Tujuannya tentu saja untuk memastikan Anda mendapatkan rumah yang terbaik untuk Anda. Yuk, langsung saja kita mulai.

1. Di Mana Lokasinya?        

Sudah bukan rahasia lagi, kalau Anda ingin perumahan murah di Palembang atau ingin memiliki rumah yang murah, Anda tidak bisa berharap lokasinya ada di pusat kota. Rumah-rumah dan perumahan yang dijual di pusat kota pasti harganya lebih tinggi. Bagi Anda yang memiliki dana yang cukup terbatas untuk membeli rumah, daerah pinggiran dan luar kota Palembang bisa jadi alternatifnya. Sebagai contoh, Anda bisa lihat lokasi-lokasi perumahan yang dibangun di KM 12, Mata Merah, Talang Jambe, Sematang Borang, Talang Kelapa, Talang Betutu, Gandus, atau Tegal Binangun. Yah, kok jauh-jauh sekali lokasinya? Ya memang seperti itulah konsekuensi yang harus Anda terima mengingat dana terbatas yang Anda miliki. Pilihannya hanya dua, mencoba menabung lagi untuk membeli rumah/perumahan di lokasi yang lebih dekat dari pusat kota, atau mengikhlaskan menempuh perjalanan jauh untuk sampai tempat kerja atau sekolah anak.

2. Perhatikan Spesifikasi Bangunan

Jangan sampai lupa untuk memperhatikan spesifikasi bangunan perumahan atau rumah dijual murah di Palembang tersebut. Biasanya rumah-rumah jaman sekarang, khususnya yang ditawarkan dengan harga murah, menggunakan dinding batako. Jika dibandingkan dengan batu bata, dinding batako lebih lemah kekuatannya. Kalaupun memang memilih rumah dengan dinding batako, usahakan untuk memilih yang memiliki dinding double dengan rumah yang berada di sebelahnya. Tujuannya untuk menambah kekuatan konstruksi rumah. Lalu, perhatikan, apakah lantai rumah sudah dipasang keramik atau masih berupa tanah yang keras? Jangan lupakan juga hal-hal yang sifatnya lebih mendetail lagi seperti bagian atap, plafon, pintu, jendela, dan lain sebagainya. Berhati-hatilah dengan kualitas bangunan yang sangat rendah karena developer pasti akan berusaha untuk menekan biaya membangun rumah tersebut. Alasannya adalah karena harga bahan bangunan semakin tinggi, tapi developer juga tidak bisa menjual rumah dengan harga yang terlalu tinggi karena beresiko tidak akan ada yang membeli nantinya.

3. Reputasi Developer

Tidak banyak orang yang memahami pentingnya reputasi developer. Padahal, hal ini amat sangat penting. Coba bayangkan Anda memilih developer yang pengalamannya masih sedikit dan cashflow-nya belum sebesar developer yang lain. Bisa jadi pembangunan perumahan akan menjadi mangkrak akibat developer gagal memutarkan uangnya. Anda perlu tahu sudah banyak lho perumahan di Palembang yang tidak jadi dibangun karena hal ini. Ujung-ujungnya kan pembeli yang merugi karena tidak jadi memiliki rumah dan uangnya raib. Inilah kenapa sangat disarankan bagi Anda untuk memastikan reputasi developer. Caranya tidak susah kok. Coba tanyakan pada bagian marketing developer tentang proyek mana saja yang sudah berhasil digarap. Semakin banyak proyek yang sudah digarap, semakin baik reputasi developer itu.

4. Jenis Sertifikat yang Akan Anda Terima

Sebelum membeli rumah dijual murah di Palembang, tanyakan tentang jenis sertifikat tanah yang nantinya akan diberikan pada pembeli. Apakah sertifikatnya Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Jangan kaget kalau ternyata kebanyakan developer di Palembang akan memberikan sertifikat HGB saja karena menurut hukum, satu developer tidak boleh menguasai lahan lebih dari 8 kavling. Sebenarnya, HGB dan SHM sama saja kuatnya di mata hukum. Hanya saja, HGB harus diperbaharui setiap 20 tahun sekali. Dan Anda juga harus tahu bahwa sertifikat HGB bisa ditingkatkan menjadi SHM dengan biaya yang berkisar antara 5 – 7,5 juta Rupiah.

5. Perhatikan dan Pastikan Kualitas Fasilitas Umum yang Tersedia

Mengenai fasilitas umum, ada banyak sekali hal yang harus Anda perhatikan. Anda bisa mulai dari jaringan listrik. Apakah sudah terpasang dengan baik di perumahan tersebut? Lalu, beralihlah ke masalah air. Jaringan air apakah yang digunakan di perumahan itu? Apakah menggunakan PDAM (BUMD) atau menggandeng pihak ATS (Swasta)? Apakah airnya bisa mengucur 24 jam atau pada jam-jam tertentu saja? Anda perlu tahu bahwa ada perbedaan signifikan mengenai masalah biaya air yang disediakan oleh PDAM dan ATS. Biasanya, jika air dikelola oleh pihak swasta, biayanya akan lebih besar dengan kualitas pelayanan yang relatif sama jika dibandingkan dengan PDAM. Usahakan juga untuk memperhatikan masalah jalan di kompleks perumahan yang akan Anda beli. Jenis jalan apa yang disediakan oleh developer? Apakah sudah menggunakan aspal, semen, paving block, atau masih berupa tanah saja?

Usahakan untuk menghindari perumahan yang masih menggunakan jalan semen atau tanah. Alasannya adalah karena jalan nantinya akan lebih gampang rusak setelah perumahan selesai dibangun dan mulai ditempati. Lalu, tidak hanya masalah jenis jalannya saja. Anda juga harus memperhatikan siapa yang bertanggung jawab mengenai masalah perawatan jalan. Usahakan untuk memilih perumahan yang jalannya dikelola oleh pihak developer atau malah kalau bisa dikelola daerah. Dengan demikian, Anda dan warga yang lain tidak akan dibebani oleh biaya perawatan jalan yang jumlahnya bisa sampai puluhan juta. Selain itu, perhatikan juga lebar jalan. Jangan memilih perumahan yang jalannya terlalu sempit karena akan lebih susah dijual kembali nantinya.

Masalah saluran pembuangan, drainase, atau got juga harus menjadi perhatian Anda. Pastikan hal ini pada pihak developer. Jangan sampai saluran pembuangannya buruk yang menyebabkan potensi banjir di perumahan Anda. dan Anda harus tahu bahwa sudah banyak perumahan di Palembang yang mengalami kasus seperti ini.

6. Seberapa Aman Perumahan Tersebut

Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika Anda memilih rumah murah di Palembang, seperti perumahan subsidi, lokasinya tidak terletak di pinggir jalan. Biasanya letaknya ada di tengah hutan atau kebun sawit atau sejenisnya. Dan karena itulah, akses masuk dan keluar dari perumahan tersebut bisa jadi cukup sepi. Di sinilah Anda harus berhati-hati karena jalan yang sepi bisa rawan tindakan kriminal. Tidak hanya itu saja. Perumahan murah di Palembang juga biasanya tidak dipagari karena pihak developer ingin menekan biaya pembangunan. Nah, masihkah Anda berkenan membeli perumahan seperti itu walaupun harganya murah? Bukankah akan lebih bijak jika Anda membeli perumahan di tempat yang lebih aman dan juga nyaman?

7. Perhatikan Luas Tanah

Usahakan untuk membeli perumahan yang masih menyisakan beberapa luas tanah. Umumnya, membeli rumah murah di Palembang akan memberikan Anda rumah dengan tipe 35 atau 45. Ukuran seperti ini mungkin terbilang cukup bagi Anda yang masih merupakan pasangan baru. Tapi nanti jika anggota keluarga Anda bertambah, Anda akan merasa rumah menjadi sempit dan tidak lagi nyaman untuk dihuni. Jika Anda memilih perumahan yang masih menyediakan lahan di bagian depan, samping, atau belakang, Anda bisa melakukan renovasi untuk memperbesar ukuran rumah nantinya.

8. Siapkan Biaya Ekstra Membeli Rumah

Pastikan harga jual yang ditawarkan pada Anda, apakah sudah mencakupi PPN? Anda harus tahu bahwa PPN membeli rumah itu cukup tinggi. Besarnya adalah 10% dari harga rumah yang dijual tersebut. Jadi, jika harga rumah yang dijual adalah Rp 300 juta, maka pajak yang harus Anda bayarkan adalah Rp 30 juta. Inilah kenapa menyediakan dana ekstra sangatlah disarankan bagi Anda kecuali jika ternyata harga yang ditawarkan sudah mencakupi PPN. Anda juga tidak perlu bingung masalah biaya pajak PPN jika yang Anda beli merupakan rumah subsidi dari pemerintah. Tapi tetap saja, ada biaya-biaya tambahan yang sebaiknya Anda siapkan seperti biaya notaris, biaya administrasi KPR (jika Anda memang menggunakan metode KPR), dan lain sebagainya.

9. Tertarik Membeli Perumahan Subsidi di Palembang? Penuhi Persyaratannya!

Jika Anda tertarik untuk membeli perumahan subsidi di Palembang, maka Anda harus bisa memenuhi syarat-syaratnya. Yang pertama, KTP Anda harus berdomisili di Palembang. Kemudian, rumah yang akan Anda beli tersebut adalah rumah pertama dan Anda tidak akan menjadikannya sebagai bentuk investasi melainkan sebagai tempat tinggal. Apabila Anda bekerja sebagai PNS, gunakan fasilitas BAPERTARUM agar Anda bisa menikmati keringanan DP.

10. Menggunakan Bantuan Agen Properti

Jika Anda masih bingung mau mencari perumahan murah di Palembang, caranya sangatlah mudah. Gunakan bantuan dari agen properti yang ada di Palembang dan seharusnya Anda bisa menemukan rumah yang pas dengan keinginan Anda secara lebih mudah. 

agen-properti-palembang

Seharusnya, di titik ini Anda sudah bisa menghilangkan rasa takut dan bingung dalam membeli rumah murah dijual di Palembang. Dan seharusnya juga, tips-tips di atas bisa menghindarkan Anda dari rasa kecewa karena salah beli rumah. Silakan coba aplikasikan tips-tips di atas dan semoga berhasil!