Ingin Pasang Iklan Jual Rumah di Palembang?

GRATIS
1 IKLAN

Max. 1 Listing

GRATIS 1 IKLAN

Iklan tayang hingga laku.

SILAHKAN ISI FORMULIR DIBAWAH

Silahkan isi data rumah yang ingin anda iklankan, seperti luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, jumlah kamar mandi, voltase listrik, alamat dan foto-foto rumah.

100 RIBU

Lebih Cepat Laku!

IKLAN MUNCUL DI TEMPAT PALING STRATEGIS

Iklan tayang hingga laku.

IKLAN TAYANG DI SITUS PROPERTI PREMIUM / BERBAYAR LAINNYA

Situs berbayar seperti Rumah.com, Rumah123.com, Lamudi.com. Juga di Sosial Media properti-palembang.com

KOMISI 2.5%

Bayar Ketika Laku!

GRATIS PENILAIAN HARGA PROPERTI

Team akan melakukan survei penaksiran harga properti secara gratis.

GRATIS IKLAN SECARA MASSIVE

Rumah anda akan di-iklankan secara massive melalui Facebook Ads, Google Ads dan Featured Listing.

Bingung Caranya Menjual Rumah di Palembang? Ini Dia Tips-Tips Cara Menjual Rumah Lebih Cepat dan Harga Tepat!

Bagi Anda yang merasa, “Kok susah sekali sih jual rumah di Palembang?” “Katanya banyak orang yang butuh rumah, tapi kok rumah yang saya jual tidak laku-laku?” Sebenarnya Anda tidak sendirian. Banyak sekali penjual properti yang mengalami apa yang Anda alami juga. Sudah bukan rahasia lagi kalau urusan menjual rumah bukanlah perkara yang sederhana. Lebih tepatnya, perkara ini cukup pelik karena dalam prosesnya nanti akan melibatkan banyak uang. Oleh karenanya, orang yang ingin membeli rumah pasti akan jadi sangat selektif dan ingin menggunakan uangnya sebaik mungkin.

Inilah kenapa banyak penjual rumah yang baru berhasil menjual setelah menawarkan dalam waktu 1 – 3 bulan atau malah bertahun-tahun. Tapi tahukah Anda kalau sebenarnya ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar rumah yang Anda jual bisa lebih cepat laku? Ya, kebanyakan orang ternyata melakukan cara penjualan yang salah. Jika Anda bisa melakukan semuanya dengan benar, maka seharusnya tidak akan terlalu lama bagi Anda untuk bisa menjual rumah Anda. Dan trik-trik yang benar dalam menjual rumah melibatkan berbagai aspek seperti kualitas rumah, harga jual yang tepat, metode marketing yang mantap, proses negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak, dan jangan lupakan juga urusan legalitas. Di artikel ini kita akan mengupas tuntas semua hal yang berhubungan dengan cara untuk mempermudah urusan menjual rumah. 

Rumah Dijual Palembang

Sebelum membahas lebih jauh tentang keinginan Anda yang mau jual rumah supaya cepat laku, coba Anda bayangkan diri Anda adalah calon pembeli yang tertarik untuk membeli rumah. Anda siap membayarkan uang yang jumlahnya cukup banyak (antara ratusan hingga milyaran) untuk membeli rumah tersebut. Anda juga sudah mengorbankan waktu untuk melakukan negosiasi dengan penjual serta mengurus perkara legalitas rumah. Kemudian, ternyata Anda mendapati bahwa rumah yang dijual ternyata kondisinya tidak terlalu bagus. Sebagai contoh, atapnya ternyata bocor waktu hujan. Halaman juga kotor dan rumputnya tinggi-tinggi. Kalau sudah seperti ini, tentunya Anda akan mengurungkan niat untuk membeli rumah tersebut, bukan? Dengan kata lain, jika kondisi rumah tidak layak, tentu saja peluang terjualnya akan semakin mengecil.

Jika kondisi rumah seperti itu difoto kemudian fotonya diunggah secara online di situs jual rumah dengan maksud untuk ditawarkan melalui dunia maya, jangankan berharap untuk mendapatkan calon pembeli, calon pembeli bahkan malas untuk melakukan klik dan mengetahui informasi lebih jauh tentang rumah tersebut. Kalaupun ada dan kemudian calon pembeli bermaksud melakukan survey langsung, siap-siaplah untuk melihat calon pembeli Anda langsung kabur dan tidak melakukan negosiasi lebih lanjut. Jika Anda memang mengharapkan kondisi rumah tersebut tidak membuat peluang terjualnya mengecil, mau tidak mau Anda harus menurunkan harganya di bawah harga pasaran. Dengan demikian calon pembeli akan bisa memiliki ruang dana yang nantinya bisa dialokasikan untuk melakukan renovasi agar rumah tersebut jadi layak huni.

Sebagai pihak penjual, jika Anda memang memiliki dana yang cukup, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan pembenahan sedikit agar rumah yang akan Anda jual tersebut bisa lebih layak. Percayalah, investasi yang Anda lakukan untuk pembenahan tersebut akan meningkatkan nilai jual rumah nantinya. Hanya saja, sebaiknya Anda memastikan agar dana renovasi tersebut tidak melebihi harga pasaran yang ada agar nantinya harga jual rumah Anda tidak melampaui harga pasaran juga.

Nah, untuk mempermudah Anda memahami hal ini, di bawah ini Anda akan menemukan beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum memasarkan rumah Anda.

  1. Pastikan rumah dalam keadaan bersih dan mencakupi kondisi di dalam dan luar rumah. Sangat bisa dipahami jika usaha ini nantinya akan membutuhkan waktu dan juga tenaga. Akan tetapi Anda juga harus paham bahwa tidak ada cara lain lagi yang bisa Anda lakukan selain melakukan pembersihan. Jika ada barang-barang di dalam dan di luar rumah, usahakan semuanya bersih termasuk karpet, springbed, gorden, dan gorden.
  2. Tidak ada calon pembeli yang tertarik membeli rumah dengan kesan angker. Makanya usahakan penampilan rumah Anda jauh dari kata angker. Jika rumput di halaman terlalu tinggi, potonglah. Kalau ada tanaman di sana, tatalah dengan baik. Dengan demikian, tidak akan ada calon pembeli yang berpikir rumah yang Anda tawarkan itu angker.
  3. Lakukan pengecatan ulang dan usahakan untuk memilih warna yang cerah serta menarik. Percayalah, melakukan pengecatan akan memberikan penampilan yang drastis. Bahkan jika Anda berhasil memadukan warna-warna catnya, desain rumah akan terlihat lebih menawan lagi dan akan meningkatkan nilai jual rumah Anda.
  4. Sangat disarankan untuk mengganti lampu rumah dengan yang lebih terang. Usahakan untuk membuatnya seterang mungkin karena akan memunculkan kesan yang lebih menarik. Terlebih lagi, dengan melakukan hal ini, Anda akan membuat rumah yang akan dijual memiliki kesan sudah siap dihuni.
  5. Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, lakukan renovasi untuk meningkatkan nilai jual rumah. Sebagai contoh, Anda bisa memperbaiki genteng, aliran air, arus listrik, jendela, lantai, dan lain sebagainya.
  6. Kalau ada kebocoran atau rembesan air, usahakan untuk menghilangkan bekas-bekas plaknya. Tidak banyak yang tahu tapi ternyata bekas plak air karena bocor atau rembesan akan membuat calon pembeli merasa sedikit “ilfil”. Dan usahakan untuk memperbaikinya dengan baik, tidak hanya dengan menutupinya dengan cat. Cat hanya akan mengatasi masalahnya di permukaan saja tapi tidak menyelesaikan masalah dari sumbernya. Terlebih lagi, jika Anda tidak mengatasi masalah kebocoran atau rembesan, nantinya Anda akan keluar uang lagi untuk melakukan pengecatan ulang.
  7. Jaga kebersihan rumah dengan cara membuat semua sampah. Usahakan juga untuk merapikan barang-barang yang Anda miliki supaya rumah terhindar dari kesan jorok dan berantakan agar calon pembeli merasa lebih tertarik.
  8. Satu hal lagi yang sebaiknya Anda perhatikan mengenai cara jual rumah adalah masalah ventilasi serta pencayahaan. Yakinlah jika rumah Anda kurang ventilasi dan pencahayaan, rumah akan terasa lembab dan Anda tidak bisa menutupi hal tersebut dari calon pembeli yang melakukan survey langsung. Terlebih lagi, kondisi tersebut tidak terlalu bagus untuk kesehatan. Anda perlu memahami bahwa kombinasi dari dua hal ini akan jadi bagian dari pertimbangan calon pembeli untuk membeli rumah Anda atau tidak. Dan pertimbangan tersebut akan menjadi semakin vital lagi jika calon pembeli sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil.

Kesemua hal di atas amat sangat disarankan untuk diperhatikan dan dilakukan dengan baik. Jangan pernah mencoba menjual rumah Anda jika Anda belum melakukan kedelapan hal di atas atau Anda hanya akan membuat waktu sia-sia saja karena tidak akan ada yang tertarik membeli rumah Anda. Kalaupun ada, maka pasti akan makan waktu yang lama sampai benar-benar terjual dan sudah bisa dipastikan harganya akan jatuh.

Pertanyaan ini harus bisa Anda jawab dengan baik karena bagaimanapun, harga akan menjadi pertimbangan yang penting bagi calon pembeli. Pada dasarnya seperti ini: harga yang semakin tinggi akan semakin mempersempit scope calon pembeli dan harga yang semakin rendah akan memperbesar scope calon pembeli. Kemudian Anda juga harus memperhatikan tentang selera calon pembeli berdasarkan daya beli mereka. Biasanya, orang yang memiliki dana besar akan memiliki spesifikasi rumah yang lebih kompleks dan seleranya juga semakin tinggi. Di sinilah pentingnya Anda dalam menentukan harga yang pas karena akan menentukan apakah Anda bisa menjual rumah Anda dengan lebih cepat. Pertanyaanya, bagaimana cara menilai harga jual rumah kita dengan pas? Ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan seperti yang bisa Anda lihat berikut ini.

  1. Menggunakan Jasa Penilai Properti atau Jasa Appraisal

Anda perlu tahu bahwa sebenarnya ada banyak sekali jasa semacam ini di Palembang. Dan tentu saja untuk menggunakan jasa ini dibutuhkan biaya jasa yang nilainya bekisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta tergantung dari penyedia jasanya. Memang Anda akan mengeluarkan uang ekstra tapi cara ini terbilang sebagai cara yang terbaik agar Anda benar-benar bisa mendapatkan laporan harga properti yang Anda miliki. Ketika laporan harga properti sudah diberikan oleh jasa appraisal, Anda bisa menggunakannya sebagai patokan dalam melakukan negosiasi. Usahakan agar harga saat deal nanti jangan sampai kurang dari harga yang dilaporkan oleh jasa appraisal. Jika Anda bingung memilih jasa appraisal di Palembang, cobalah tanya ke bank atau notaris agar Anda bisa mendapatkan jasa yang terpercaya dan terbaik di Palembang.

  1. Survey Harga dari Listing di Sekitar Rumah Anda.

Selalu ingat bahwa harga yang paling fair adalah harga transaksi bukannya harga yang diminta oleh pemilik rumah. Sudah barang tentu sebagai pemilik rumah, Anda akan meminta harga yang lebih tinggi dari seharusnya karena dari sanalah Anda bisa mendapatkan keuntungan. Perhatikan juga bahwa harga properti itu sebenarnya terdiri dari tiga hal, yaitu: harga tanah, harga bangunannya, dan nilai ekonomis yang melekat pada keduanya. Dari ketiganya, yang paling gampang ditaksir nilainya adalah harga bangunan. Anda bisa meminta tolong kontraktor untuk melakukan penilaian bangunan Anda. Kira-kira berapa nilai per meter perseginya? Sebagai informasi saja, untuk di wilayah Palembang, harga bangunan per meter persegi adalah Rp 2,5 juta bagi rumah berlantai 1 dan kondisinya masih lumayan. Sementara untuk rumah dengan 2 lantai dan kondisi lumayan, harganya berkisar di angka Rp 3 juta per meter persegi. Sementara untuk rumah dengan kategori mewah harganya sekitar Rp 4 juta per meter persegi.

Lalu bagaimana dengan harga tanahnya? Untuk hal ini, Anda sebenarnya bisa melakukan estimasi dengan mudah jika sudah ada properti sejenis yang sudah pernah ditransaksikan. Perlu diperhatikan juga bahwa orang membuka harga bukan berdasarkan harga yang ditawarkan. Untuk memahaminya, mari kita ambil contoh seperti ini. Anggap saja Anda memiliki rumah dengan luas tanah 200 meter persegi. Di atas tanah tersebut Anda dirikan bangunan 1 lantai dengan luas 120 m2. Dengan mengacu pada harga bangunan per meter persegi di Palembang seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, maka nilai bagunan keseluruhan berarti 120 m2 x Rp 2,5 juta = Rp 300 juta. Apakah Anda bisa langsung serta merta menawarkan harga tersebut ketika menjual? Jangan terburu-buru dahulu. Lakukan survey pada properti sejenis khususnya di lokasi sekitar properti yang ingin Anda jual.

Anggap saja Anda mengetahui bahwa sudah ada 3 transaksi properti di lokasi sekitar dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Dan ternyata setelah melakukan perhitungan pada ke-3 transaksi tersebut, Anda menemukan bahwa ternyata harga rata-rata nilai tanah di sekitar lingkungan Anda tersebut adalah Rp 2,8 juta per meter persegi. Angka tersebut Anda masukkan ke perhitungan tanah yang Anda miliki. Luasnya 200 meter persegi kan? Maka harga tanah saja yang Anda miliki adalah Rp 2,8 juta x 200 m2 = Rp 560 juta. Jika dijumlahkan dengan nilai bangunan menurut perhitungan di atas maka nilai taksiran properti Anda (tanah dan bangunan) adalah Rp 300 juta + Rp 560 juta = Rp 860 juta. Apabila jika, sebagai contoh, Anda menawarkan harga properti Anda tersebut pada angka Rp 1 miliar, maka sudah jelas harga yang Anda tawarkan terlalu tinggi. Jangan kaget jika akan susah bagi Anda untuk menjual properti Anda tersebut karena pada dasarnya harga yang Anda tawarkan melebihi harga pasaran di sekitar. Kalaupun Anda yang tertarik dan ternyata calon pembeli tersebut ingin membeli dengan sistem KPR, nantinya pihak bank akan melakukan appraisal terhadap properti Anda. Ketahuanlah bahwa harga yang Anda tawarkan terlalu tinggi dan kemudian bank akan menilai bahwa properti Anda tidak layak dibiayai. Ujung-ujungnya, gagal jual rumah lagi deh!

  1. Melakukan Perhitungan Terbalik dengan Mengacu pada Harga Sewa

Sebagai informasi, harga sewa di Palembang adalah 3% dari nilai jual dan nilai tersebut berlaku baik untuk rumah dan juga ruko. Dengan demikian Anda bisa melakukan perhitungan terbalik dengan menggunakan harga sewa sebagai basisnya. Sebagai contoh, jika harga sewanya adalah Rp 90 juta pertahun, maka jika dilakukan perhitungan 3% di atas, bisa ditaksir harga properti tersebut adalah sekitar Rp 3 miliar.

  1. Hitung Markdown atau Hitung Menurun

Semua orang tahu bahwa kebanyakan properti (atau malah bahkan semuanya) ditawarkan pada harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang seharusnya. Mungkin di sini Anda jadi merasa bingung akan menawarkan harga di kisaran berapa karena jadi susah bagi Anda untuk mengetahui harga pasaran aslinya mengingat harga yang ditawarkan sengaja dinaikkan. Untuk melakukannya, cobalah mengambil 3 contoh harga yang ditawarkan dari properti yang sejenis. Cari harga yang paling rendah kemudian Anda kalikan 80%. Hasil yang Anda dapatkan adalah standar harga pasar yang boleh dikatakan paling obyektif.

Bisa jadi Anda tertarik menggunakan jasa agen properti di Palembang. Tapi bisa jadi juga Anda masih bimbang untuk menggunakannya atau tidak. Untuk membantu Anda, silakan coba lihat kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

Kelebihan Menggunakan Agen Properti di Palembang

  1. Efektif

Yang namanya agen properti, pasti sudah memiliki jaringan properti yang luas karena itulah yang mereka jual. Properti yang Anda jual, jika sudah Anda daftarkan kea gen properti, informasinya akan disebarkan ke jaringan yang dimiliki oleh agen properti tersebut. Misalkan agen properti Keller Williams All Property yang sudah memiliki jaringan sebanyak 50 agen properti yang profesional. Dengan demikian, bisa dipastikan pemasaran properti Anda akan lebih efektif mengingat scope pemasaran yang lebih luas dan juga pemasaran akan lebih tepat sasaran. Agen properti biasanya sudah mengantongi daftar calon pembeli yang sekiranya bisa dicocokkan dengan properti yang Anda miliki. Inilah salah satu tips cara menjual rumah dengan cepat yang sebaiknya Anda lakukan. Apalagi dengan teknologi yang makin maju seperti sekarang ini, database yang dimiliki oleh agen properti akan semakin besar lagi. Dan sudah cukup umum bagi agen properti untuk memasukkan properti Anda di website yang mereka miliki sehingga kemungkinan properti bisa terjual akan lebih besar lagi.

  1. Efisien

Untuk urusan efisiensi, Anda tidak usah meragukan agen properti. Sebagai pemilik properti, ketika Anda sudah mendaftarkan properti yang Anda miliki ke agen atau broker, Anda tinggal ongkang-ongkang saja menunggu kabar pemasaran properti Anda. Semua hal yang berhubungan dengan usaha penjualan properti Anda akan ditangani oleh agen. Tapi sebelumnya, agen akan memastikan masalah administrasi dengan Anda terlebih dulu. Sebagai contoh, apakah properti Anda sudah pernah diappraisal sebelumnya atau belum. Inilah kenapa di bagian atas tadi disarankan bagi Anda untuk menggunakan jasa appraisal karena nantinya akan mempercepat proses saat menggunakan jasa agen properti.

Lebih jauh lagi tentang cara menjual rumah dengan agen properti, Anda juga tidak perlu dipusingkan masalah marketing seperti pencetakan spanduk, biaya iklan, dan hal-hal lain yang berhubungan. Lagi-lagi pihak agen yang akan menanganinya sehingga akan lebih hemat waktu dan juga tenaga bagi Anda. Cara ini amat sangat cocok jika Anda merupakan orang yang sibuk dan tidak ingin direpotkan dengan telpon atau pertanyaan dari calon pembeli yang ingin mengetahui lebih jauh tentang properti yang Anda jual. Percayalah, menerima telepon seperti itu berulang-ulang akan membuat Anda merasa sebal. Lain halnya jika Anda sudah mempercayakannya pada agen properti.

  1. Agen Properti Lebih Paham Harga Pasar

Karena agen properti memang sudah pekerjaannya menangani masalah jual beli properti, sudah barang tentu mereka lebih paham harga pasar. Dan jika sudah seperti itu, agen akan lebih tepat menentukan harga yang terbaik untuk properti Anda dan kemudian akan meningkatkan peluang properti Anda untuk terjual dengan lebih cepat. Tentunya agen akan mencoba memberikan harga yang terbaik agar Anda, sebagai pemilik, tidak merasa merugi.

  1. Legalitas yang Terjamin

Pengalaman dan kemampuan agen properti dalam hal jual beli properti membuat mereka sangat memahami seluk beluk legalitas proses transaksi properti. Prosedur legal penjualan, balik nama, sertifikat, dan hal-hal lain akan bisa lebih terjamin jika Anda menggunakan jasa dari agen.

Kekurangan Menggunakan Jasa Agen Properti

  1. Fee Agen

Ya, Anda diwajibkan untuk membayar ongkos agen dalam bentuk komisi yang diambil dari tiap transaksi. Untuk besarnya, biasanya berkisar di angka 2,5% – 3% dari keseluruhan nilai properti yang terjual. Apakah harga tersebut sepadan? Jika Anda membandingkannya dengan kecepatan dan juga kesulitan yang mungkin Anda alami dalam menjual properti, harga tersebut sebenarnya amat sangat murah. Tapi tetap saja fee agen bisa jadi bahan pertimbangan bagi Anda.

  1. Kompetensi Tiap Agen yang Berbeda-beda

Yang namanya jasa pasti berbeda-beda kualitasnya antara satu agen dan agen lainnya. Dan Anda perlu tahu bahwa memilih agen yang berkualitas sebenarnya bukan perkara yang gampang. Banyak orang yang menjadi korban agen yang malas yang berujung pada penjualan properti yang tidak cepat. Yang sering terjadi adalah agen sudah memasang iklan kemudian agen hanya menunggu telepon datang dari calon pelmbeli yang tidak dibarengi dengan tindakan proaktif seperti menelepon calon pembeli itu kembali atau malah untuk mendatangi calon pembeli tersebut.

  1. Menggunakan Jasa Makelar, Bukannya Agen Properti Profesional

Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara agen properti dengan makelar atau broker properti di Palembang. Ingatlah bahwa keduanya sangat berbeda dan bisa dilihat dari pendidikan serta pelatihan formal yang mereka dapatkan. Agen properti sudah pasti dilatih dan juga dididik secara formal. Lain halnya dengan makelar atau broker yang cenderung otodidak atau belajar sendiri. Dengan demikian, makelar boleh dikatakan kurang memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu klien dalam menjual properti secara maksimal akibat kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Agen properti, karena mereka punya ilmunya, mampu memberikan informasi tentang nilai lebih dan juga keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari awal, selama, dan setelah proses transaksi jual beli properti. Jika dilihat dari statusnya, agen properti merupakan tenaga profesional selayaknya pengacara, dokter, dan arsitek.

Makelar, acak kali menimbulkan kerugian yang tidak terduga bagi kliennya. Sudah banyak kasus yang menunjukkan bahwa menggunakan makelar hampir sama dengan “siap rugi”. Rugi di sini bisa mengacu pada banyak hal seperti siap tertipu, siap menjalani proses yang lambat, siap terkena mark up, siap mendapatkan harga jual yang terlalu mahal, siap menjadi korban penggelapan, siap dikecewakan. Inilah kenapa, untuk keamanan transaksi yang lebih baik, sangat disarankan untuk menggunakan jasa agen saja bukannya makelar.

Salah satu jasa agen properti yang terpercaya di Palembang adalah Keller Williams All Property. Agen ini bisa dikatakan yang paling besar di Sumatera Selatan dan sudah dipercaya oleh banyak developer dari yang skalanya kecil sampai yang besar seperti Sinarmas Land, Ciputra, Thamrin Homes, dan Aldiron Cinde. Agen ini juga memiliki 50 agen properti profesional dan database yang amat besar mengenai calon pembeli yang potensial. Dengan demikian, sangat disarankan bagi Anda untuk titip jual rumah di Palembang dengan menggunakan bantuan dari agen yang satu ini.

Benar sekali, pilihan untuk menggunakan jasa agen atau tidak pada akhirnya akan kembali pada Anda. Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cara ini cocok jika Anda orang yang sibuk. Jika Anda punya banyak waktu luang dan ingin melakukan pemasaran sendiri, kenapa tidak? Untuk melakukannya, Anda bisa melihat cara menjual rumah dan memasarkannya di bawah ini.

  1. Memasang Spanduk

Memang cara ini terbilang “primitif” tapi tetap merupakan salah satu cara yang efektif agar Anda bisa menginformasikan bahwa Anda sedang menjual properti ke orang-orang di sekitar Anda. Akan tetapi, Anda juga harus paham bahwa cara ini memiliki kekurangan khususnya jika penempatan spanduk Anda tidak terlalu strategis. Kemungkinan spanduk Anda untuk dilihat akan semakin kecil. Untuk mengatasinya, cobalah untuk memasang sebanyak mungkin spanduk (boleh puluhan) di akses jalan untuk menuju properti yang sedang dijual. Tapi sekali lagi, ada kekurangan yang bisa terjadi pada Anda yaitu spanduk-spanduk yang dicabut oleh orang atau Anda akan dikenakan pajak reklame. Kekurangan yang lain adalah, ada beberapa orang yang gengsi memasang spanduk atau bisa jadi cara ini tidak sesuai karena properti masih dipakai pada saat ditawarkan.

  1. Menawarkan Pada Orang-orang yang Anda Kenal

Kenapa tidak Anda tawarkan pada orang-orang terdekat Anda seperti keluarga, teman, tetangga, atau rekan kerja? Proses negosiasi biasanya akan lebih mudah jika ditawarkan pada orang-orang terdekat. Terlebih lagi, sebagai penjual, Anda juga akan merasa lebih “nyaman” jika properti Anda dibeli oleh orang yang Anda kenal. Dan Anda perlu tahu bahwa 50% rasio industri pembeli rumah second ternyata adalah tentangga sekitar rumah. Masih ragu untuk menawarkan pada orang yang dikenal?

  1. Tawarkan Pada Orang-orang dengan Daya Beli yang Mumpuni

Tepat sekali, untuk tips yang satu ini memang membutuhkan kemampuan Anda untuk menyeleksi orang-orang yang ingin Anda tawarkan properti yang sedang Anda jual. Dengan demikian, sebenarnya Anda sudah melakukan pemasaran yang lebih efektif karena jika Anda menawarkan pada orang yang tidak memiliki dana, maka sebenarnya usaha Anda tersebut sia-sia saja. Cara untuk menawarkannya adalah, yang pertama, mengidentifikasi siapa saja yang kira-kira memiliki kemampuan ekonomi di atas rata-rata. Anda harus tahu bahwa orang dengan daya beli yang mumpuni untuk membeli properti biasanya memiliki profesi-profesi tertentu. Sebagai contoh, dokter, pengusaha, pejabat, notaris, pengacara, artis, dan lain sebagainya. Tapi masalahnya, orang-orang tersebut biasanya sangat sibuk. Bagaimana cara mendekati mereka untuk bisa menawarkan properti Anda? Caranya adalah, dengan mengidentifikasi identitas mereka lebih jauh lagi.

Yang dimaksud dengan mengindentifikasi identitas lebih jauh adalah dengan melihat hobinya, lingkungan mereka, dan juga komunitas mereka. Mulailah dengan mencoba bergaul dengan mereka dengan nyemplung di hobi, komunitas, atau lingkungan mereka. Sebagai contohnya, Anda sudah membidik calon pembeli yang ternyata pengusaha otomotif. Sangat baik jika Anda mulai menjalin relasi dengan pemilik showroom di daerah sekitar calon pembeli tersebut. Atau jika Anda mendapatkan calon pembeli yang merupakan pedagang grosir, cobalah pergi ke pasar dan tawarkan properti Anda pada pemilik toko di pasar tersebut.

  1. Minta Dikenalkan Teman

Cara ini juga terbilang efektif. Cobalah untuk minta dikenalkan teman siapa tahu mereka punya relasi atau kenalan yang sedang membutuhkan rumah atau properti.

  1. Minta Dikenalkan oleh Bank

Cara ini hanya bisa dilakukan jika Anda adalah nasabah prioritas. Jika Anda mendapatkan reputasi seperti itu, maka akan sangat mudah bagi Anda untuk dikenalkan pada nasabah yang lainnya (nasabah prioritas juga) yang memiliki potensi untuk menjadi calon pembeli properti Anda. Cara ini juga akan semakin mudah lagi jika masih terdapat cicilan KPR rumah Anda yang sedang berjalan di bank tersebut.

  1. Pasang Iklan di Koran

Lagi-lagi cara ini sering dianggap sebagai cara yang primitif apalagi jika melihat bagaimana sirkulasi media cetak sudah sangat tergeserkan oleh media online. Akan tetapi, keefektifan media cetak tidak boleh Anda pandang remeh dalam memasarkan iklan properti yang Anda jual asalkan Anda memasangnya pada media yang tepat. Sebagai contoh, iklan di Sriwijaya Post atau Tribun Sumsel bisa menjadi alternatif yang terbaik karena harga iklannya lebih murah dan orang yang membacanyamasih banyak. Akan tetapi, boleh dibilang untuk properti yang harganya lebih mahal, sebaiknya Anda memilih Sumatera Ekspress mengingat pembacanya didominasi oleh kalangan menengah ke atas. Bagaimana dengan koran nasional seperti Kompas? Jawabannya adalah “tidak disarankan” karena harga iklan yang terlalu mahal dan targetnya tidak spesifik di wilayah Palembang dan Sumatera Selatan.

  1. Bagikan Brosur

Anda bisa melakukan ini dari pintu ke pintu atau saat sedang ada event yang berlangsung. Misalkan pada saat car free day di kambang iwak. Atau Anda juga bisa membagikannya di tempat-tempat umum seperti pasar atau mall atau bisa juga Anda lakukan di tempat ibadah seperti di masjid setelah sholat Jum’at selesai.

  1. Pemasaran Online

Cobalah untuk melakukan cara jual rumah online dengan mendaftarkan properti Anda di website-website listing properti seperti Properti-palembang.com.

Setelah melakukan berbagai langkah atau cara cepat jual rumah seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda harus memahami bahwa tidak ada jaminan rumah Anda langsung terjual. Pahamilah bahwa kemungkinan rumah langsung terjual hanya dengan berhasil mendatangkan 1 calon pembeli saja sangatlah kecil. Jika hal tersebut yang Anda yakini, maka Anda salah besar dan sebaiknya Anda ubah pola pikir Anda. Di dalam dunia jual beli properti, rasio yang terjadi adalah dari 10 calon pembeli, biasanya ada 3 orang yang melakukan survey ke rumah. Dan dari 3 orang itu, biasanya 1 orang yang menjadi pembeli dan memungkinkan terjadinya transaksi. Tapi perlu diingat, rasio ini biasanya terjadi pada orang yang sudah beberapa kali melakukan penjualan properti. Bagi pemula, rasionya tentu akan semakin tinggi. Alih-alih dari 10 calon pembeli, Anda mungkin akan membutuhkan 20 atau bahkan 30 calon pembeli terlebih dahulu sebelum berhasil mendapatkan 1 pembeli. Kurangnya pengalaman dalam hal ini dan sikap Anda yang kurang meyakinkan bisa jadi penyebab besarnya rasio tersebut. Dan sangat disarankan untuk memilih situs jual beli rumah terbaik.

Promosi secara online di website jual rumah seperti Properti-palembang.com sudah sempat disinggung di pembahasan di atas. Mengenai hal ini, ada empat hal yang sifatnya sangat vital jika berhubungan dengan pemasaran secara online. Di antaranya adalah foto, judul, penawaran, dan call to action. Mendapatkan calon pembeli dari hasil call to action adalah tujuan utama dari pemasaran online ini. Hal tersebut bisa terjadi jika ada orang yang menghubungi Anda dan menanyakan informasi lebih jauh tentang rumah yang sedang dijual. Sebagai orang yang memiliki rumah, sudah barang tentu Anda sebaiknya melakukan follow-up terhadap pertanyaan ini dan membuat janji untuk survey. Apabila yang Anda pilih adalah fitur premium listing yang disediakan oleh Properti-palembang.com, Anda tidak perlu pusing masalah materi iklan karena semuanya akan dibuatkan oleh website. Tentunya dengan standar yang tinggi dan pastinya secara gratis. Apa saja standar-standar yang harus Anda pahami?

  1. Foto Rumah

Foto yang menarik, bisa membuat orang kepincut dalam pandangan pertama. Dengan demikian, orang tersebut akan tertarik untuk melakukan klik di iklan Anda dan kemudian bisa membuat orang tersebut menjadi lead (calon pembeli). Bagaimana cara membuat foto yang menarik?

  • Gunakan kamera yang bagus (bisa DSLR atau yang mirrorless). Atau jika Anda tidak punya, gunakan kamera HP dengan spesifikasi yang berkualitas baik.
  • Perhatikan waktu pengambilan gambar agar mendapatkan pencahayaan yang terbaik. Waktu yang terbaik adalah pada jam 7 – 9 pagi atau 3 – 5 sore di mana cahaya matahari masih sangat maksimal.
  • Usahakan mengambil foto rumah secara utuh, jangan sampai terpotong.
  • Mengambil foto rumah sebaiknya secara horizontal (landscape) bukan yang berdiri (portrait). Alasannya sangat sederhana. Website jual beli properti mengambil default foto yang horizontal. Jika yang Anda upload adalah foto tegak lurus berdiri, maka website akan melebarkan atau melakukan stretch pada foto tersebut. Sebagai akibatnya foto akan terlihat sangat buruk.
  • Ada baiknya mengambil foto dari berbagai sudut, sebaiknya terlihat langit, jalan, dan bagian kiri kanan properti yang dijual. Jika Anda penasaran dengan sudut terbaik untuk pengambilan gambar, sebenarnya ada dua. Yang pertama adalah dari depan persis, dan yang kedua adalah serong kanan atau kiri.
  • Apabila ada kendaraan di sekitar rumah yang akan Anda foto, cobalah untuk parkir agak menjauh dari rumah. Dan usahakan agar calon pembeli tetap bisa melihat foto rumah secara penuh.
  • Jika ternyata ada kotoran yang dikhawatirkan akan membuat penampilan rumah menjadi jelek, bersihkan dulu dan baru ambil fotonya kembali.
  • Sangat disarankan untuk mengambil foto sebanyak mungkin. Buatlah standar untuk minimal mengambil 50 foto dari berbagai sudut dan lokasinya. Jadi nanti Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk diseleksi mana yang terbaik yang akan Anda pajang.
  • Untuk mempermudah Anda mengambil foto yang menarik, berikut ini ada beberapa obyek yang sebaiknya Anda foto untuk keperluan promosi: gerbang masuk yang mencakupi gerbang perumahan, simbol perumahan, patung-patung dekorasi perumahan; jalan di bagian dalam dan di luar perumahan; fasilitas yang ada di dalam perumahan seperti taman, minimarket, pos keamanan, kolam renang, dan lain sebagainya; fasilitas yang ada di luar perumahan seperti pasar, mall, sekolah, stasiun, atau rumah sakit terdekat; bagian tampak luar rumah seperti deretan rumah, tampak bagian depan, tampak samping, garasi mobil, atau taman; bagian tampak dalam rumah yang mencakupi pintu, lantai, jendela, kamar tidur, ruang tamu, tangga, kamar mandi, halaman belakang, dan ruang tamu atau ruang keluarga. Nantinya Anda pilih foto-foto tersebut untuk menunjukkan keunggulan dari rumah Anda. Dengan demikian secara tidak langsung Anda akan memberikan alasan lebih jauh pada calon pembeli untuk membeli rumah Anda dibandingkan rumah lain yang dijual di Palembang.
  1. Judul

Judul merupakan hal yang pertama kali dilihat ketika Anda pasang iklan jual rumah. Dan dari judullah minat calon pembeli akan ditentukan. Inilah kenapa judul harus dibuat semenarik mungkin dan pada saat yang sama bisa menimbulkan rasa penasaran. Jadi kemungkinan calon pembeli untuk melakukan klik di iklan Anda akan lebih besar. Jangan sampai membuat iklan yang membosankan seperti “Rumah Dijual di Sekip Palembang”. Sangat disayangkan iklan dengan judul seperti ini masih banyak ditemui. Hindari menggunakan judul seperti itu untuk membuat orang tertarik sekedar mengetahui lebih jauh tentang rumah yang Anda jual. Agar Anda bisa menentukan judul yang menarik dan menimbulkan rasa penasaran, Anda harus tahu nilai “marketing” apa yang menonjol dari rumah Anda. Cobalah menggalinya dan hubungankan dengan keinginan calon pembeli. Contohnya bisa dilihat di bawah ini.

  • Apabila kebetulan rumah yang Anda tawarkan harganya murah, alternatif judulnya bisa Anda buat seperti ini.

Rumah

1000% Paling Murah

Harganya

1000% Pasrah

Sangat Ramah

Paling Renyah

Terserah Ajalah

Super Minimalis

Fitur Gratis tis tis tis

Harga

Diskon Manis

Nego Abis

Bikin Meringis

Gak Bikin Nangis

Super Muantab

Sangat Prestisius

Murahnya Maknyus

Plus

Hemat Fulus

Sangat Mulus

Fitur Mulus

1000% Ternyaman

Idaman yang Aman

DP

Cuma 500ribuan

Murah Tenan!

Cukup 1jutaan

Cicilan Bisa Diangsur 12 bulan

Bisa Dinegosiasikan

Tidak Butuh Uang Muka

Angsuran

Tanpa Bunga

5% Saja

Murah untuk Selamanya

100ribuan Saja

Flat Sampai Anda Tua

  • Kalau rumah Anda memiliki keunggulan dalam hal desain, bahan material yang digunakan adalah spesifikasi yang premium, Anda bisa menunjukkan keunggulan tersebut dalam judul seperti ini.

Rumah

Cantik dan Elegan

Spesifikasi

Mantab Gan!

Uapik Tenan!

Dahsyat dan Menakjubkan

Pakai Atap Baja Ringan

Mewah Istimewa

Material

Juara

Tahan Lama

Kokoh dan Dijamin Kualitasnya

Paling Top Tak Ada Bandingnya

Impian

Kualitas

Idaman

Joss Gan!

Tak Perlu Diragukan!

Menarik dan Ciamik

Lantainya

Warnanya

Sudah Full Keramik

Alamak Cantik!

Super Fantastik

Mewah

Desain

Wah wah wah!

Terserah Kamu Saja Lah!

  • Apabila lokasi yang strategis menjadi keunggulan rumah yang Anda jual, cara menonjolkan di judul bisa seperti di bawah ini.

Rumah

Super Strategis Membuat Senyum Terkembang

Karena Dekat

Stasiun LRT Palembang

Dekat Jalan Raya

Di Pusat Kota

Dekat Pusat Kota

Harga

Murah Selawasnya

Silakan Dinego Saja

Cukup 100 Jutaan Saja

Paling Aman

Dekat Pusat Perbelanjaan

Lingkungan

1000% Nyaman

Cantik dan Penuh Kedamaian

Menawan di Daerah Perbukitan

Sungguh Menawan

View

Bikin Ketagihan

Lapangan Golf Menakjubkan

Indah nan Menyejukkan

di Lokasi Emas

Harga

1000% Pantas

Silakan Coba Digilas

Gak Bikin Cemas

di Lingkungan Seksi

Digoyang

Aduhai Sekali

Bikin Pengen Lagi

  • Jika rumah yang Anda tawarkan memiliki penawaran yang spesial yang bisa membuat orang ingin membeli cepat-cepat, gunakan kata-kata ini di dalam judul.

Obral!

Gila Banget!

Cuci Gudang!

Promo Sableng!

Hot Promo!

Wow!

Rumah Mewan dan Indah

Gratis

2 Rumah Masih Ditambah 100m2 Tanah

Mobil Mewah Warna Merah

Janda Sebelah Rumah

Rumah Minimalis

Dapat

Diskon Gila Plus KPR Gratis

Biaya Administrasi Gratis Termasuk Biaya Notaris

Tetangga Manis

Toyota Yaris

Apartemen Full Furnished

Unit Apartemen Terlaris

Harga

Siap Diobral Abis

Diskon Abis

Terserah Anda, Mbak Manis…

Rumah

Dijual

Termasuk Perabotnya

Semua AC, Kitchen Set, Honda Scoopy, TV LED

Diobral-obral

Plus Sandal

Beli

Rumah Mewah 2 Lantai

Harganya Cukup Bayar 1 Lantai

Rumah Idaman

Berhadiah Emas Batangan

Apartemen Murah

Bonus Janda Tetangga Sebelah

Rumah Super Murah

Plus Umroh ke Mekkah

Tanah Saya

Coba Tawar, Saya Pasti Jawab Iya

Rumah Mewah di Daerah Citra Raya

Langsung Huni Cukup 2juta Saja

1 Juta

Udah Termasuk Rumah Ready Stock

Dan Angsuran yang Gak Montok

DP-nya

Sejuta Juga Ngangsurnya

Sudah Bisa Pilih Desain Sendiri

Atau Pilih yang Siap Dihuni

  • Jika rumah Anda punya keunggulan di bagian fasilitasnya, coba tonjolkan hal tersebut untuk menarik para calon pembeli seperti di bawah ini.

Rumah

Cetar Membahana

Sudah Ada

Kolam Renang Mewahnya

Taman Bermainnya

Jogging Track dan Danau Buatannya

Istimewa Sekali

Termurah Sekali

Eksklusif Sekali

Nikmati

Free Wifi dan CCTV

Taman Mungil dan Big Parking Area Facility

Ekskalator Pribadi

Dekat Kampus Raya

Pinggir Jalan Raya

Fasilitas

Lobby dan 24 Jam Satpam Penjaga

Tempat Bermain Anak dan Mushola

Komplit Semua Ada

Super Mewah

Fasilitas

Pastinya Wah!

Lengkap dan Muantab Jiwah!

  1. Penawaran

Kunci agar penawaran dalam iklan Anda terlihat semakin menarik adalah untuk memberikan call to action atau pemicu keinginan untuk membeli dalam garis besar konten iklan Anda. Dan usahakan pemicu tersebut terletak di bagian pembuka. Jangan lupakan juga alasan untuk membeli properti Anda.

Pembukaan yang bisa memicu orang untuk membeli:

  • Ketahui selera pasar dalam menentukan target pasar. Target pasar yang berbeda akan memberikan tujuan pembelian yang berbeda juga. Sebagai contohnya, Anda bisa lihat di bawah ini.
    • Pembeli Rumah Pertama
      • Contoh calon pembeli rumah pertama adalah pasangan yang baru saja menikah. Ciri-cirinya bisa meliputi pasangan baru yang sedang merintis karir atau bisnis, kondisi keuangan yang masih belum stabil, ada kemungkinan masih tinggal bersama orang tua atau mertua, ada kemungkinan memiliki anak yang masih kecil.
      • Coba cari tahu apa yang membuat mereka merasa ragu untuk membeli rumah pertama. Apakah itu karena takut cicilan rumah tidak akan bisa dibayar. Atau tidak punya uang untuk uang muka. Apakah pekerjaannya masih belum stabil yang membuat mereka merasa mereka belum bankable. Atau karena kondisi keuangan mereka masih acak-acakan.
      • Dari sana, coba tawarkan solusi dengan menyesuaikan kondisi pasar seperti ini. Sebagai contoh, Anda bisa menawarkan harga rumah yang murah dengan range antara Rp 200 juta sampai Rp 500 juta. Atau bisa juga tarik perhatian mereka dengan cicilan yang ringan sekitar 2 – 5 juta per bulannya. Tenor yang panjang juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Misalnya, tawarkan tenor selama 15 tahun. Anda juga bisa menawarkan bonus tanpa uang muka atau jumlah uang mukanya rendah (antara 5 – 20%). Ataukah Anda tertarik menawarkan bebas biaya KPR, bebas PPN, atau rumah yang Anda tawarkan sudah dalam kondisi siap huni agar calon pembeli tidak perlu mengeluarkan uang untuk renovasi lagi.
      • Kemudian, cobalah gali keinginan atau pemicu yang bisa membuat orang jadi sangat tertarik pada rumah yang sedang Anda tawarkan.
        • Mari kita anggap pasangan tersebut masih seatap dengan mertua atau orang tua. Kondisi tersebut biasanya membuat si suami mempunyai ego atau keinginan yang lebih besar untuk bisa hidup mandiri tanpa campur tangan dari orang tua atau mertua. Atau bisa jadi pihak istri merasa kurang nyaman tinggal dengan mertua. Jika itu kondisinya, maka kondisi-kondisi di bawah ini bisa menjadi trigger atau pemicu untuk ingin punya rumah sendiri: malas bertemu mertua yang cerewet, merasa malu dan canggung tinggal seatap dengan mertua, kurang merasa bebas saat berduaan di kamar, merasa segan saat terlihat habis keramas apalagi kalau kamar mandi berada di luar kamar, kemungkinan keuangan yang disetir mertua atau orang tua, berbeda dalam hal pola asuh anak, mertua yang cenderung terlalu ikut campur urusan rumah tangga, sering dibandingkan dengan menantu atau anak atau tetangga yang lain, merasa sudah menikah tapi tidak merasa merdeka.
        • Apabila pasangan tersebut tidak tinggal dengan orang tua atau mertua melainkan masih mengontrak, berikut ini bisa jadi pemicunya: rasa khawatir kalau-kalau tahun depan tidak boleh memperpanjang kontrak, merasa malu karena masih mengontrak padahal sudah menikah, merasa hidup belum mapan karena masih mengontrak, malu disindir orang tua atau tetangga atau mertua, ingin merasa hidup yang tenang jika sudah punya rumah sendiri, merasa tidak nyaman tinggal di kontrakan.
      • Dari hal-hal di atas, mari coba susun bagian pembukaan yang sekiranya bisa memicu orang untuk membeli rumah dengan mengedapankan masalah keinginan dan juga solusi dari hal-hal yang membuat calon pembeli merasa enggan membeli rumah. Pembukaan tidak perlu panjang-panjang asal poinnya kena. Sebagai contoh: “Yuk hidup merdeka setelah menikah. Tidak perlu takut ketemu mertua yang cerewet. Sekarang waktunya beli rumah sendiri. Masalah uang muka yang masih belum terkumpul, jangan terlalu khawatir. Kami menawarkan uang muka yang sangat terjangkau karena hanya 10% saja dan bisa dicicil selama setengah tahun. Ayo buruan dibeli. Penawaran ini hanya di bulan ini saja!”
    • Pembeli Rumah Kedua (Investor Properti)
      • Ciri-ciri dari calon pembeli tipe ini adalah pasangan yang sudah cukup lama menikah, pekerjaannya atau usahanya sudah mapan dan lancar, dan sudah punya rumah sendiri.
      • Lalu apa yang menjadi halangan bagi mereka untuk membeli rumah sebagai bentuk investasi? Biasanya adalah karena takut salah pilih lokasi atau rumah yang nantinya membuat mereka rugi, masih punya hutang, masih ragu investasi properti karena tahu ada jenis investasi yang lain, atau bisa juga mereka berpikir industri properti sedang tidak berada pada posisi yang menjanjikan.
      • Untuk tipe jenis calon pembeli seperti ini, Anda bisa menawarkan solusi dengan menurunkan harga rumah di bawah harga standar pasar, Anda juga bisa menawarkan rumah yang nantinya bisa disewakan lagi agar pembeli bisa mendapatkan cashflow yang lebih menguntungkan. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan rumah yang nantinya bisa dijual lagi. Atau, tawarkan rumah yang lokasinya strategis seperti di Jakabaring atau Citra Grand City Palembang.
      • Nah, sekarang waktunya mencoba mencari tahu keinginan atau pemicu yang membuat orang tersebut jadi tertarik dengan rumah yang Anda tawarkan.
        • Beritahukan keuntungan membeli rumah dari Anda karena Anda menawarkan harga di bawah harga pasar. Cobalah untuk memberikan diskon sebanyak 5 – 20% dari harga appraisal. Dengan demikian Anda bisa meyakinkan pembeli rumah bahwa rumah bisa dijual lagi dengan margin keuntungan yang lumayan.
        • Keuntungan dengan melihat peningkatan harga rumah seiring berjalannya waktu. Jika Anda sudah mengantongi harga rumah pasaran di sekitar lokasi rumah yang Anda coba jual, dan kemudian Anda bisa menunjukkan bahwa trend harga rumah itu meningkat setiap tahunnya, maka Anda bisa meyakinkan calon pembeli bahwa membeli rumah Anda merupakan bentuk investasi yang menjanjikan. Agar lebih meyakinkan, coba berikan pricelist lama dan pricelist yang baru yang bisa Anda dapatkan dari marketing perumahan.
        • Keuntungan yang bisa didapatn dari sewa. Dibandingkan nilai jual rumah, harga sewa rumah di Palembang adalah 3% dari nilai jualnya tersebut. Akan lebih menguntungkan jika ternyata rumah tersebut bisa menjadi lebih produktif dengan digunakan sebagia kos-kosan atau apartemen yang bisa disewakan secara harian/mingguan/bulanan. Dengan demikian, pasif income bisa didapatkan.
      • Cobalah bicara dengan pasar investor properti dengan selalu menggunakan data dan juga fakta agar lebih meyakinkan lagi. Dengan perhitungan yang matang, maka akan lebih menarik bagi pasar jenis ini.
      • Untuk menyusun pembukaan iklan yang bisa memicu keinginan membeli dan juga solusi dari penghalang dalam membeli rumah Anda bisa membuatnya seperti ini: “Dijual apartemen 15% di bawah harga pasar. Bisa disewakan kembali dengan harga sampai Rp 600.000/bulan. Lokasi strategis di Jakabaring. Buruan dibeli karena hanya ada 1 unit saja. Lagi BU. Siapa cepat dia yang dapat!”
    • Pembeli Rumah Kedua untuk Upgrade (Peningkatan Status)
      • Ciri-ciri yang bisa dilihat adalah pasangan yang karirnya sudah mencapai puncak dengan posisi karir yang tinggi. Sebagai contoh, top manager, dokter spesialis, kepala cabang, atau pengusaha yang sukses.
      • Lalu apa yang menghalangi mereka membeli rumah untuk peningkatan status? Bisa jadi mereka merasa takut salah memberi rumah yang hanya akan menghabiskan uang mereka tanpa memberikan peningkatan status, atau mereka takut salah dalam memilih lingkungan yang elit.
      • Melihat kondisi di atas, solusi yang bisa ditawarkan adalah rumah-rumah mewah yang berlokasi di kawasan elit. Sebagai contoh adalah di Grand City Palembang, Palembang Regency, Jalan Rajawali, Perumahan Bukti Sejahtera/Poligon, Grand Garden Celentang, Kenten Golf.
      • Kemudian untuk menggali keinginan atau pemicunya, ada beberapa hal yang bisa Anda tawarkan. Sebagai contoh adalah fasilitas yang mewah. Pasar seperti ini mengidamkan fasilitas yang lengkap dan mewah seperti kolam renang pribadi, lokasi yang dekat dengan lapangan golf, dan lain sebagainya. Lingkungannya juga harus elit dan juga aman. Mereka ingin bisa tidur nyenyak karena tahu aset-aset mereka akan dijaga dengan aman. Berada di lingkungan elit yang seperti ini juga akan membuat mereka bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang levelnya setara. Pasar ini juga menginginkan spesifikasi bangunan yang mewah. Alasannya adalah karena mereka ingin mengingkatkan status yang bisa ditunjukkan pada tamu yang mampir ke rumah atau untuk tujuan memperlancar negosiasi bisnis yang dilakukan di rumah. Tidak hanya itu saja, spesifikasi bangunan yang mewah juga merupakan representasi kesuksesan mereka.
      • Perlu diingat bahwa harga untuk pasar yang satu ini sudah bukan lagi perihal prioritas. Mereka lebih mementingkan pride atau kebanggaan.
      • Untuk pembukaan iklan yang sesuai untuk pasar ini, Anda bisa membuatnya seperti ini, “Dijual rumah mewah dekat lapangan golf Kenten. Lingkungan elit, kompleks perumahan eksklusif dengan fasilitas lengkap dan privasi tinggi. Anda bakal bertetangga dengan pengusaha dan pejabat sukses. Spesial dijual hanya untuk Anda yang mapan dan sudah sukses.”

Isi iklan dibuat agar bisa semakin memancing untuk membeli:

  • Usahakan agar penawaran terdengar sangat menarik. Dan pastikan penawaran tersebut harus berada pada satu tema dengan bagian pembukaan. Di bawah ini Anda bisa menemukan beberapa ide penawaran yang akan lebih menarik perhatian para calon pembeli. Silakan pilih mana yang lebih relevan menurut Anda. Jangan lupakan juga untuk memberikan penjelasan lebih jauh tentang penawaran itu. Dan sertakan juga informasi tentang syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan penawaran tersebut dengan jelas.

Diskon Harga/Angsuran/Uang Muka

  • Diskon Uang Muka Sebesar 20% Plus 30%
  • Diskon 100 Juta + 50 Juta Selama Pameran Berlangsung
  • Diskon Angsuran Hingga 2 Juta Selama 5 Tahun

Garansi

  • Garansi Uang Muka Akan Kembali Sebanyak 100% Plus Garansi Bangunan Selama 5 Tahun
  • Garansi KPR pasti diterima, kalau tidak diterima, uang muka akan kembali sebanyak 5x lipat
  • Garansi sewa selama 5 tahun plus 2 tahun

Berhadiah Interior/Eksterior Properti

  • Gratis 1 unit AC Samsung, 1 Unit TV LED LG 32”
  • Gratis kanopi senilai 10 juta
  • Gratis pompa air Sanyo dan tandon air Penguin

Berhadiah Properti

  • Beli rumah langsung dapat gratis tanah 100 m2
  • Beli ruko langsung dapat gratis rumah mewah
  • Beli apartemen bonus 1 unit commercial area dengan luas 36 m2

Berhadiah Produk/Jasa yang Tidak Berkaitan dengan Properti

  • Beli rumah bonus langganan gratis MNCVision selama 1 tahun
  • Beli condotel gratis paket wisata untuk 2 orang ke Eropa selama 7 hari 5 malam
  • Beli apartemen gratis All New Lexus RX 360
  • Beli rumah langsung gratis sepeda motor

Harga Khusus

  • Khusus pembeli tunai, langsung dapat potongan harga 30% sebelum ground breaking
  • Harga selama pre-launching hanya 200 juta!
  • Harga yang tercantum di atas hanya untuk bulan Desember! Tahun depan harga naik!

Beli Banyak, Harga Grosir yang Ditujukan untuk Investor, Perusahaan untuk Rumah Dinas, Pengusaha Properti

  • Beli apartemen 10 unit langsung gratis 2 unit lagi
  • Kalau beli langsung 5 kavling, Anda akan mendapatkan bonus 1 kavling gratis
  • Beli ruko 2 unit bonus gratisan 2 unit lagi

Kualitas

  • Rumah dijamin 100% sudah siap huni ditambah 10 tahun garansi bangunan
  • Garansi bangunan dijamin selama 5 tahun plus 3 tahun bonus
  • 1000% menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan

Bebas Biaya-biaya yang Ditujukan untuk Kelas Menengah ke Bawah

  • Gratis, gratis, gratis! Bebas biaya notaris, KPR, AJB, dan lain-lain!
  • Tidak perlu pusing biaya sambung listrik, air dan telepon karena sudah tersedia langsung secara gratis!

Cashback

  • Cashback sampai 500 jutaan berlaku untuk semua tipe rumah
  • Cashback uang muka sampai 100 jutaan
  • Cashback angsuran sebesar 1 juta untuk 24 bulan

Manfaat Properti di Masa Depan

  • Tanah ini pas sekali untuk kost-kostan karena…
  • ROI sebesar 25% setahun! Di mana lagi Anda bisa menemukan investasi semenggiurkan ini?
  • Akan segera dibung mall dan real estate di sekitar lokasi

Eksklusif dan Berbeda

  • Ruko dengan lokasi yang sangat strategis di tengah kota Denpasar. Hanya tersedia 3 unit saja
  • Rumah eksklusif untuk Anda yang sudah sukses dan mapan
  • Satu-satunya perumahan yang sudah mengapilkasikan smart system untuk menunjang kenyamanan hunian

Menjual Emosi/Impian

Wow betapa indahnya. Sepulang kerja langsung bisa duduk di balkon belakang rumah Anda. Pemandangan lapangan yang menawan terhampar di depan mata. Udara sejuk yang terasa membuat Anda seperti sedang piknik di alam terbuka. Masih belum cukup juga? Di kejauhan, caddy-caddy cantik dan mulus jadi pemandangan untuk cuci mata. Rasa lelah dan penat langsung hilang seketika. Begitu juga dengan beban hutang Anda. Dijamin Anda pasti akan langsung lupa…

Hiperbola

  • Mega proyek hunian yang paling laris dan paling menghebohkan yang pernah ada di Kota Palembang.
  • Sambutlah! Ikon terbaru properti di Palembang! Apartemen yang tiada duanya dengan desain yang hebat tapi berharga hemat!
  • Cluster dengan desain ciamik dan fasilitas ciamik siap menghebohkan Kota Palembang!
  • Masukkan informasi tentang keunggulan-keunggulan lokasi rumah yang sedang dijual. Jangan lupakan hal-hal yang sekiranya menarik di sekitar lokasi seperti fasilitas umum yang tersedia, rumah sakit, sekolah, area yang bebas banjir, dan sebagainya. Coba pilih 3 – 5 keunggulan dari lokasi rumah dan jelaskan dengan baik. Berikit ini ada beberapa contohnya.

Cukup 5/10/15 Menit dari…

  • Hanya butuh 5 menit saja dari OPI Mall
  • Dari Tol Indralaya cukup 10 menit saja
  • Cuma 50 meter dari Stasiun LRT RSUD Sumsel

Lokasi Super Strategis/Premium

  • Lokasi paling strategis di tengah jantung kota
  • Lokasi super mantab tepat di pinggir jalan raya Ahmad Yani
  • Lokasi yang tidak ada duanya, tepat di samping PTC Mall
  • Dijamin paling strategis dan tidak jauh dari pintu keluar Tol Indralaya

Sangat Dekat Dengan

  • Lokasi sangat berdekatan dengan kompleks perumahan …
  • Dekat dengan mall, sekolah, dan rumah sakit
  • Lokasi sangat dekat dari pasar Alang-alang Lebar

View

  • Terdapat pemandangan kolam retensi dengan desain ciamik tepat di depan rumah
  • View lapangan golf bisa dilihat langsung di balkon belakang rumah
  • Alamak, pemandangan kea rah selatan langsung menghadap taman dan kolam renang

Jalan

  • Wow, lebar jalan depannya sampai 12 meter!
  • Jalan sudah dipaving block dengan kualitas mantap dan super rata dengan lebar 8 meter
  • Akses jalan sangat lebar. Dua truk juga masuk!

Tepat di Depan/Samping/Belakang/Bawah …

  • Lokasi ruko tepat di seberang TransMart Palembang
  • Rumah persis di samping Pizza Hut Sudirman
  • Lokasi perumahan ada pas di belakang Indogrosir

Lokasi Dijamin Bebas

  • Lokasi tidak akan kebanjiran seumur hidup Anda!
  • Dijamin bebas longsor karena menggunakan tanah padat, bukan tanah urug!

Nilai Investasi

  • Sangat menjanjikan, nilai investasinya selalu naik 20% tiap tahunnya!
  • Jaminan ROI 10% dalam 5 tahun untuk condotel
  • Harga apartemen 200 jutaan saja dan nilai sewanya 25 juta/tahun. Artinya, gak butuh waktu lama sampai balik modal!

Lokasi Aman dan Nyaman

  • Lokasi ada di daerah perbukitan yang asri, nyaman, dan sejuk
  • 1000 unit CCTV sudah tersebar di berbagai sudut lokasi plus ada 25 pos security yang siaga 24 jam non stop!
  • Apabila ada fasilitas-fasilitas yang sekiranya bisa membuat calon pembeli lebih tertarik, jangan lupa untuk mencantumkan fasilitas-fasilitas tersebut di iklan. Sebagai contoh, masukkan informasi bahwa sudah terdapat jogging track, gym, dan kolam renang yang pasti pas bagi Anda yang gemar berolah raga. Atau bisa juga contohnya seperti ini, terdapat waterpark dan taman bermain sebagai tempat bermain yang aman dan menyenangkan untuk si buah hati.
  • Detail informasi mengenai spesifikasi properti yang dijual juga harus dimasukkan dengan selengkap mungkin ke dalam iklan. Sebagai contoh, Harga rumah Rp 600 juta (masih bisa dinego). Sertifikat sudah SHM. Terdapat 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Ada 1 garasi yang muat untuk 2 mobil. Luas tanah total 98 m2 dan luas bangunan 128 m2. Terdapat dua lantai. Kelengkapan fasilitas air dan listrik sudah tersedia. Air disediakan oleh PDAM yang akan tetap menyala selama 24 jam dan daya listrik dari PLN sebesar 1300 Watt. Sudah tersedia AC di setiap kamar tidur. Lokasi bebas banjir untuk selamanya!
  • Sebagai langkah terakhir, motivasilah calon pembeli untuk jangan ragu-ragu menguhubingi Anda segera. Contohnya:
    • Segera telepon sekarang. Bulan depan harga naik!
    • Jangan ragu, telpon segera. Cuma tersisa 20 unit lagi lho!
    • Dijamin! 10 pembeli pertama akan mendapatkan gratis langganan MNCVision selama 1 tahun
    • Apalagi yang Anda tunggu? 10 penelepon pertama berhak dapat diskon 10% lho!
    • Pembeli pertama langsung akan mendapatkan bonus 1 unit motor Yamaha gratis
    • Gratis biaya PPN dan juga Notaris sebelum bulan September 2018
    • Cuma sisa 1 unit saja! Siapa yang cepat, dia yang dapat!

Usaha Anda tidak berhenti sampai Anda mendapatkan kontak dari para calon pembeli. Anda masih harus melakukan follow up. Ingatlah bahwa Anda ingin mendapatkan calon pembeli yang nantinya mau melakukan survey rumah. Calon pembeli seperti itu adalah calon pembeli yang serius dan tidak hanya sekedar tanya-tanya saja. Kalau ada yang menelepon Anda tanpa melakukan survey rumah, jangan terlalu berharap banyak. Bisa jadi telepon itu berasal dari pihak jasa appraisal, saingan Anda, atau cuma sekedar iseng tanya-tanya harga saja.

  • Cobalah untuk tersenyum selama menelepon saat Anda melakukan follow-up atau menerima telepon
    • Hukumnya wajib bagi Anda untuk selalu tersenyum ketika menelepon dari awal sampai akhir.
    • Anda harus tahu kalau saat Anda senyum, suara Anda akan terdengar lebih bersahabat dan juga ramah.
    • Cobalah untuk membayangkan bertemu orangnya secara langsung saat Anda sedang menelepon.
  • Telepon merupakan prioritas yang utama. Jika Anda berniat untuk melakukan follow up lebih jauh lagi, seperti jika Anda ingin mengirimkan foto detail rumah yang ditawarkan, informasi mengenai spesifikasi rumah, brosur yang baru dengan menggunakan aplikasi Whatsapp atau SMS. Pengalaman menunjukkan bahwa 80% calon pembeli yang benar-benar serius akan langsung menelepon tanpa mengirimkan pesan singkat terlebih dahulu baik itu lewat SMS atau Whatsapp.
  • Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan panggilan telepon adalah untuk berdo’a. Tujuannya adalah untuk menenangkan hati dan memberikan sugesti yang positif pada diri sendiri. Do’a akan membantu membentuk mood Anda agar tidak jelek dan tidak akan mengakibatkan suara yang terdengar marah dan kasar saat menelepon.
  • Hal yang kedua adalah mengucapkan salam yang disusul dengan menyebutkan nama calon pembeli tersebut. Cobalah untuk menelepon selayaknya Anda menelepon teman lama bukannya seperti telepon yang dilakukan pihak bank. Gunakan salam yang sifatnya universal seperti selamat pagi, siang, sore, alih-alih salam seperti Assalamu’alaikum karena sifatnya lebih kepada salam keagamaan yang bisa jadi tidak cocok karena Anda tidak tahu secara persis agama dari calon pembeli Anda.
    • Melakukan Perkenalan
      • Anda: Halo, selamat pagi/siang/sore. Apakah betul ini saya berbicara dengan bapak/ibu “xxxx” yang tertarik dengan rumah yang lokasinya ada di “zzzz”.
      • Penelepon: Betul
      • Anda: Baik, bapak/ibu “xxxx”, perkenalkan saya “yyyy” dari Properti-Palembang.com. Apakah ada yang bisa saya bantu kalau bapak/ibu ada pertanyaan mengenai lokasi atau harga properti?
    • Lakukan tanya dan jawab tentang rumah yang ingin Anda jual. Di bawah ini Anda bisa melihat beberapa jenis pertanyaan yang sering ditanyakan saat ditelepon. Usahakan untuk memberikan dua opsi pada jawaban yang Anda berikan untuk memungkinkan komunikasi berlanjut.
      • Lokasi
        • Penelepon: Maaf mas, rumahnya ada di mana ya lokasinya?
        • Anda: Lokasinya ada di depan Indogrosir pas, Bapak. Tepatnya di perumahan Graha Bukit Raflesia. Lokasinya strategis sekali lho, Pak karena dekat sekali dengan Jalan Raya Kenten.
      • Harga
        • Penelepon: Harga yang ditawarkan berapa ya, mas?
        • Anda: Harganya 595 juta, Bu.
        • Penelepon: Apa bisa ditawar lagi, mas?
        • Anda: Kalau mau nego harga, sepertinya akan lebih baik setelah kita ketemu dan ibu survey rumahnya langsung, Bu. Kalau sudah ketemu dan lihat langsung kan lebih enak untuk ngobrol masalah harganya.

Atau

  • Penelepon: Berapa ya harga perumahannya, mas?
  • Anda: Harganya berbeda-beda, Bapak, tergantung luas tanah dan bangunannya. Ada tipe 45, 60 dan 100. Kira-kira Bapak tertarik ingin tahu harga yang mana dulu?
  • Penelepon: Kalau yang tipe 45 berapa ya mas?
  • Anda: Tipe 45 harganya 400 juta, Bapak. Bisa dibayar secara cash, cicilan, atau cash bertahap.

Penting untuk diingat! Jangan pernah melayani nego harga jika dilakukan lewat telepon. Nego harga lewat telepon hanya akan menghabiskan waktu dan sia-sia saja. Pastikan calon pembeli benar-benar serius saat melakukan negosiasi dan hal itu hanya bisa terjadi jika Anda bertemu langsung dengan calon pembeli dan calon pembeli sudah mensurvey rumah yang Anda jual.

  • Skema Pembayaran
    • Penelepon: Bayar pakai KPR bisa, mas? DP-nya berapa?
    • Anda: Sangat bisa sekali, Bapak. Kalau mengikuti aturan bank, DP seharusnya 30% dari total harga jual. Tapi saya siap bantu Bapak supaya bisa mendapatkan DP yang lebih kecil.
    • Penelepon: Untuk cicilannya kira-kira berapa ya perbulannya, mas?
    • Anda: Cicilannya ringan, Bapak. Cuma sekitar 5,5 juta perbulannya untuk masa tenor 15 tahun.
    • Penelepon: Kalau bank-nya, bisa menggunakan bank apa saja?
    • Anda: Sebenarnya semua bank bisa kok pak. Asalkan persyaratannya terpenuhi dan lengkap. Saya siap membantu.
  • Promo
    • Penelepon: Sekarang sedang ada promo apa ya, mas?
    • Anda: Kebetulan bulan ini sedang ada promo kanopi gratis senilai 10 juta untuk yang membeli rumah, Bu.
  • Biaya-biaya
    • Penelepon: Harga yang ditawarkan itu sudah termasuk biaya-biaya belum, mas?
    • Anda: Belum, Bu. Ibu masih harus membayar biaya administrasi KPR dan pajak kalau ibu memilih menggunakan metode pembayaran dengan KPR.
  • Lingkungan
    • Penelepon: Lebar jalan di depan rumah berapa meter, mas?
    • Anda: Lebarnya 6 meter pak. 2 mobil bisa lewat lancar di simpangan.
    • Penelepon: Kalau lokasi makam di sekitar perumahan bagaimana?
    • Anda: Lokasinya jauh kok pak dari makam. Perumahannya juga jauh dari sutet, sungai, dan jurang, Pak.
  • Spesifikasi
    • Penelepon: Spesifikasi rumah yang dijual apa saja ya, mas?
    • Anda: Spesifikasinya sangat istimewa, Bapak. Konstruksi pakai beton, atapnya menggunakan baja ringan, plafon-nya pakai gypsum dan lantainya pakai granite ukuran 80 x 80, Bapak.
  • Fasilitas
    • Penelepon: Fasilitas apa saja yang sudah termasuk di area perumahan ya, mas?
    • Anda: Fasilitasnya super dan sangat lengkap, Pak. Ada lapangan futsal, taman bermain anak, dan ada juga kolam renangnya.
  • Legalitas
    • Penelepon: Sertifikat rumahnya apa ya, mas?
    • Anda: Sertifikatnya HGB, Pak. Tapi kami siap bantu proses supaya bisa SHM.
    • Penelepon: Sertifikatnya masih induk atau sudah pecah, mas?
    • Anda: Sedang dalam proses pemecahan, Bapak. Bulan depan sudah jadi kok.
  • Developer
    • Penelepon: Developernya dari mana ya, mas?
    • Anda: Dari Thamrin Homes, Bu. Kami spesialis di bidang perumahan dan kebetulan juga kami yang jadi developer Palembang Indah Mall.
  • Buat janji dengan calon pembeli untuk melihat rumah secara langsung melalui telepon. Ingatlah kalau ini adalah tujuan akhir dari proses telepon menelepon dengan calon pembeli.
    • Saat pembicaraan akan berakhir, jangan lupa untuk menawarkan cek lokasi dan bertemu langsung.
      • “Bapak/Ibu, kira-kira kalau ada waktu luang silakan untuk melihat rumahnya langsung?”
    • Kemudian lakukan negosiasi waktu dengan calon pembeli tersebut.
    • Pastikan hari, jam, dan lokasi bertemunya.
    • Catat janji tersebut di handphone. Kalau perlu pasang alarm supaya tidak lupa.
    • Untuk mengakhiri pembicaraan di telepon, ucapkan salam universal dan ingatkan kembali dengan janji yang baru saja dibuat.
    • Kalau ternyata calon pembeli belum mau membuat janji, jangan kecewa. Catat nomornya dan telepon kembali atau melakukan follow up besoknya.
    • Penting! Kalau ada beberapa orang yang tertarik, sangat disarankan untuk membuat janji yang sama pada orang-orang tersebut. Jadwalkan waktu ketemuan yang bisa mengumpulkan orang-orang tersebut di waktu yang sama. Dengan demikian secara tidak langsung Anda akan menciptakan kondisi di mana permintaan akan lebih banyak dari suplai.

Berikut ini ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan yang mencakupi persiapan rumah dan persiapan penampilan.

  • Persiapan rumah
  • Rapikan Rumah dan Perindah Semaksimal Mungkin

Sebagai pihak yang akan menjual rumah, Anda harus menyambut tamu (calon pembeli) sebaik mungkin. Di tahap ini, jangan pikirkan tentang kemungkinan tamu tersebut akan benar-benar membeli atau hanya sekedar ingin melihat-lihat saja. Usahakan kondisi rumah terlihat baik seperti yang Anda tunjukkan di foto yang ditayangkan di iklan. Rapikan semua sudut rumah dan bersihkan semuanya termasuk bagian luar dan dalam rumah. Untuk mempermudah Anda, di bawah ini ada checklist yang bisa Anda gunakan.

  • Persiapan Dasar
    • Berjalan-jalanlah di sekitar rumah dan posisikan diri Anda sebagai calon pembeli. Dengan demikian Anda bisa melihat dari perspektif mereka.
    • Lakukan perbaikan jika memang diperlukan.
    • Cek halaman, apakah cukup bersih. Kalau ada sampah, bersihkan!
    • Bersihkan karpet dan juga tirai.
    • Kalau Anda punya peliharaan, pastikan rumah bersih dari bulu peliharaan. Pastikan rumah juga bersih dari debu.
    • Cek dinding. Kalau ternyata ada lubang atau retak, perbaiki segera.
    • Cat dinding bagian dalam dengan menggunakan warna-warna yang cenderung netral.
    • Untuk kamar mandi, Anda bisa memilih warna seperti hijau atau biru.
    • Kalau ada furnitur yang terlalu besar atau terkesan memenuhi ruangan, singkirkan furnitur itu.
    • Atur ulang furnitur supaya Anda bisa mendapatkan luas ruangan yang lebih optimal.
    • Atur posisi lemari kamar.
    • Periksa lagi kebersihan seluruh ruangan tanpa terkecuali. Lakukan pembersihan ulang.
    • Untuk lantai di dapur dan kamar mandi, sangat disarankan untuk melakukan scrubbing karena kotoran di sana cenderung lebih susah hilang.
    • Cek kebersihan bahan-bahan yang terbuat dari kayu.
    • Amankan barang-barang berharga milik Anda seperti perhiasan dan uang tunai.
    • Singkirkan semua barang-barang kecil seperti mainan anak, majalah, atau barang-barang hewan peliharaan Anda.
    • Usahakan untuk menyingkirkan foto keluarga terlebih dahulu termasuk koleksi pribadi Anda dan juga obat-obatan pribadi.
    • Usahakan untuk menjaga kebersihan garasi.
  • Persiapan Lanjutan
    • Lakukan pengecatan ulang pada eksterior rumah termasuk pintu dan juga jendela.
    • Periksa bagian atap, kalau ada bagian yang butuh perbaikan, lakukan segera.
    • Kalau ada retak yang terdapat di jalan halaman yang menuju ke pintu utama, perbaiki segera.
    • Bersihkan area pintu masuk dan juga jalan setapaknya (kalau ada).
    • Rapikan rumput yang ada di halaman.
    • Pangkas semak dan juga pohon yang ada di halaman. Jangan lupa untuk membersihkan daun-daun yang rontok.
    • Usahakan untuk menaruh tanaman yang berwarna-warni seperti tanaman bunga untuk mempercantik halaman.
    • Kalau ada peralatan yang tergeletak di halaman, seperti peralatan berkebun, rapikan segera.
    • Kalau di halaman ada kotoran hewan peliharaan, bersihkan segera.
    • Bersihkan bagian selokan dan kosongkan meja yang ada di teras.
    • Kalau ada peralatan yang terlihat usang, ganti segera, atau lebih baik disimpan atau disingkirkan.
    • Atur dan bersihkan bagian pantry, lemari dan juga laci.
    • Kalau ada peralatan yang usang di sekitar bathtub dan wastafel, ganti dengan yang baru.
    • Hilangkan noda yang ada di wastafel, toilet, dan bak mandi.
    • Pastikan toilet duduk Anda dalam keadaan tertutup.
  • Persiapan Tambahan
    • Pada hari yang dijanjikan untuk survey, cobalah untuk memanggang kue atau membakar lilin wangi untuk memberikan aroma yang enak di dalam rumah.
    • Siapkan minuman ringan untuk calon pembeli yang akan datang.
    • Siapkan permen atau cokelat, siapa tahu calon pembeli membawa anak-anaknya.
    • Gunakan lampu yang terang terutama di bagian kamar.
    • Nyalakan semua lampu yang ada di rumah.
    • Bukalah jendela supaya udara segar bisa masuk.
    • Bukalah tirai supaya cahaya alami bisa masuk dan Anda bisa memamerkan pemandangan di luar.
    • Matikan TV Anda.
    • Pindahkan hewan peliharaan Anda saat hari survey.
    • Jika Anda perokok, cobalah untuk menahan diri untuk tidak merokok di dalam rumah selama hari survey.
    • Kalau Anda punya lantai kayu dan ada karpet di atasnya, singkirkan karpet itu untuk memamerkan lantai kayu Anda.
    • Kalau ada kolam, bersihkan kolam dan area sekitar kolam.
  • Menjamu Calon Pembeli dengan Baik

Sebagai penjual, Anda harus proaktif dalam memasarkan rumah. Cobalah untuk bersikap seramah mungkin kepada calon pembeli yang datang. Jabat tangannya dengan erat. Berikan berbagai suguhan. Percayalah, dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda akan meninggalkan kesan yang baik pada mereka.

  • Berikan Informasi yang Lengkap Tentang Kondisi Rumah

Wajib bagi Anda, sebagai penjual, untuk memberikan informasi mendetail tentang kondisi rumah. Tujuannya supaya pembeli rumah tidak akan kecewa nantinya dan proses transaksi nantinya bisa dilakukan dengan lancar dan mengedepankan asas kejujuran. Di bawah ini Anda bisa melihat beberapa hal yang termasuk dalam informasi lengkap tentang kondisi rumah.

  • Fotocopy sertifikat tanah supaya Anda bisa menunjukkan luas tanahnya.
  • Fotocopy IMB
  • Fotocopy pembayaran PBB
  • Fotocopy pembayaran iuran listrik, air, dan pemeliharaan lingkungan
  • Kalau ada, tunjukkan dokumen appraisal rumah
  • Hindari Menjual Rumah pada Musim Hujan

Walaupun sebenarnya Anda boleh-boleh saja menjual rumah kapanpun, tapi musim hujan sepertinya bukan waktu yang tepat. Rumah yang Anda tawarkan akan terlihat kurang maksimal. Sebagai contoh, lingkungan akan terlihat becek, cat bisa terlihat luntur, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut akan membuat calon pembeli menjadi kurang tertarik.

  • Persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Buat penampilan Anda mengesankan yang akan memberikan dampak positif ke calon pembeli.
    • Tubuh
      • Jaga kebersihan tubuh Anda dan pakailah wewangian. Gunakan parfum yang sesuai dengan jenis kelamin.
      • Kalau Anda punya tato, bekas luka, atau penyakit kulit, usahakan untuk menutupnya.
      • Wajah harus dalam keadaan bersih. Cukur kumis dan jenggot. Lakukan perawatan wajah di salan kalau diperlukan.
      • Rambut harus pendek dan rapi.
      • Bersihkan dan potong kuku dengan rapi.
      • Gigi harus bersih dan mulut Anda harus wangi.
    • Pakaian dan Aksesoris
      • Pada dasarnya, pakaian yang Anda kenakan harus sopan. Gunakan hem dengan warna yang cerah dan rapi. Hindari warna gelap dan usahakan mengenakan pakaian yang kesannya baru. Hindari mengenakan kaos supaya Anda tidak terlihat kurang profesional.
      • Kenakan celana/rok dengan warna gelap. Untuk pria, gunakan sabuk. Hindari mengenakan bahan jeans.
      • Pakai jam tangan yang terlihat profesional bukannya jam tangan yang aneh-aneh.
      • Kalau ingin membawa tas, bawalah tas yang kecil dan berwarna gelap.
      • Usahakan smartphone Anda bermerk dan layar minimal berukuran 5 inch. Usahakan untuk memiliki aplikasi penghitungan KPR di smartphone Anda.
    • Kendaraan (Motor/Mobil)
      • Kendaraan harus terkesan bersih dan mengkilap.
      • Usahakan agar kendaraan dalam kondisi 95% standar pabrik.
      • Usahakan agar umur kendaraan maksimal 5 tahun. Kalau lebih dari itu, segeralah tukar tambah.
      • Merk kendaraan juga harus terkenal.
      • Hindari menempel sticker, terutama sticker yang aneh-aneh, di bodi kendaraan Anda.
  • Senyum harus selalu terkembang di bibir Anda selama Anda berada di depan konsumen.
  • Gunakan salam yang universal dan luwes.
  • Saat berjabat tangan, lakukan dengan erat dan bungkukkan badan sedikit.
  • Ketika berjabat tangan, ucapkan nama Anda dan kalau ada, bertukarlah kartu nama.
  • Lakukan basa-basi kecil. Ingatlah bahwa orang-orang pada dasarnya lebih tertarik pada diri mereka sendiri ketimbang pada diri Anda. Jadi, usahakan untuk mengarahkan basa-basi yang Anda lakukan mengenai diri calon pembeli dan arahkan mereka untuk berbicara tentang mereka. Jangan lakukan basa-basi secara berlebihan dan terlalu lama karena malah akan membuat calon pembeli merasa tidak nyaman. Lakukan untuk menggali kesamanaan antara Anda dan calon pembeli. Gali juga empati tentang “kesulitan” yang dialami oleh calon pembeli. Sebagai contohnya, Anda bisa lihat di bawah ini.
    • Anda: Bagaimana tadi di jalan, Pak?
    • Calon Pembeli: Waduh mas, tadi macet sekali karena ada kecelakaan motor.
    • Anda: Waduh, macet dari jam berapa itu, Pak?
    • Calon Pembeli: Dari jam 1 mas. Makanya ini saya gak enak sama mas harus nunggu saya lama jadinya.
    • Anda: Ah, ndak apa-apa kok, Pak? Itu putranya lucu banget banget, Pak. Anak keberapa itu, Pak?
    • Calon Pembeli: Nomer 5 itu mas. Ngotot pengen ikutan tadi. Katanya pengen lihat rumah yang baru.
    • Anda: Oooh, terus kalau yang mbaknya ini anak yang keberapa? Masih kuliah ya?
    • Calon Pembeli: Ini anak pertama saya mas. Kuliah di Jogja dia. Di UGM.
    • Anda: Wah, sama dong. Saya juga alumni UGM.
  • Karakter Pemimpin (Kholeris)

Ciri-cirinya:

  • Aura pemimpin terlihat dari wajahnya. Wajahnya cerah.
  • Berjalannya tegak dengan posisi kepala agak mendongak. Posisi duduk juga tegak karena terbiasa menunjukkan superioritas.
  • Sorot mata terkesan tajam dan tidak ragu-ragu untuk menatap Anda saat berbicara.
  • Pakaiannya terkesan simple dan praktis.
  • Biasanya selalu memulai pembicaraan terlebih dahulu dan biasanya selalu dimulai dengan membicarakan diri mereka sendiri seperti prestasi yang sudah pernah didapat.
  • Terkesan suka menasehati dan mengatur seperti mengatur cara pembayaran, mengatur spesifikasi bangunan, dan lain sebagainya.
  • Tulisan tangannya biasanya jelek.

Cara Menghadapinya:

  • Katakan Yes, Yes, dan Yes

Berdebat dengan orang dengan karakter pemimpin merupakan kesalahan karena mereka akan menganggap perdebatan tersebut merupakan hal yang besar walaupun perdebatan tersebut sebenarnya hanya membahas hal kecil saja. Mereka selalu ingin menang dalam debat meskipun mereka sebenarnya salah. Untuk menaklukkannya, usahakan untuk bermain aman dan berada di pihaknya. Dengarkan dan selalu ucapkan: “Iya, Pak..”, “Betul Pak/Bu…”, “Siap Pak…”, “Ooo, begitu ya, Pak?” “Heeh Mbak…”

Tapi jangan sampai Anda terjebak melakukan cara di atas pada saat mereka mengatakan hal yang salah yang bermaksud untuk menjatuhkan produk Anda. Sebagai contoh: Calon konsumen Anda mengatakan, “Mas, kok harga perumahan ini mahal banget dibandingkan perumahan sebelah?” Jangan sampai Anda tetap melakukan cara di atas di kondisi ini dengan berkata, “Iya, saya akui memang harganya lebih mahal, Pak.”

Anda bisa meng-counternya dengan cara:

“Harganya mahal karena dibandingkan dengan apa Bapak/Ibu? Kalau dilihat dari spesifikasinya, luasnya, lokasinya, jelas perumahan ini jauh lebih unggul. Belum lagi fasilitas yang lebih lengkap.” Siapkan data-data untuk ditunjukkan yang akan menguatkan jawaban Anda tadi kemudian tanyakan, “Bagaimana menurut Bapak/Ibu?” Lalu biarkan mereka yang membuat keputusan sendiri setelah melihat data tadi.

  • Buat Mereka Suka dengan Kita

Ingatlah bahwa calon pembeli dengan tipikal seperti ini cenderung enggan menerima saran, ide dan juga masukan dari Anda. Agar mereka bisa menerima Anda, Anda harus bisa membuat mereka menyukai atau senang dengan Anda terlebih dahulu. Kalau sudah seperti itu (yang bisa diindikasikan dengan penggunaan kata “kita” yang digunakan oleh calon pembeli) maka Anda bisa mulai memberikan masukan dan ide atau malah bahkan membantu Anda.

  • Porsi 70:30

Jurus porsi 70:30 merupakan strategi yang ampuh untuk menghadapi orang dengan tipikal pemimpin. Maksudnya adalah, Anda harus mau 70% menjadi pendengar dan hanya 30% menjadi orang yang berbicara. Gunakan 70% waktu Anda untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh calon pembeli itu dan sisa 30%-nya untuk berbicara. Kalau Anda lebih mendominasi, dijamin mereka tidak akan suka.

  • Karakter Manager (Melankolis)

Apa saja ciri-cirinya?

  • Memiliki penampilan yang rapi dan bersih, baju biasanya dimasukkan, cenderung konservatif, rambutnya klimis rapi.
  • Pakaiannya terkesan elegan dengan me-matching-kan bagian atasan dan bawahan.
  • Cara berjalan dan duduknya teratur.
  • Saat berbicara, ada kesan sedang mengevaluasi.
  • Memiliki gaya bicara yang teratur dan sering menggunakan kata “Maaf”.
  • Sangat menyukai data-data, angka, dan grafik.
  • Saat menulis, tulisannya rajin, rapi, detail, dan lengkap.
  • Lebih menyukai tempat yang sunyi.

Cara untuk menghadapi calon pembeli dengan karakter seperti ini:

  • Berikan Support Secara Terus Menerus

Calon pembeli seperti ini umumnya sangat membutuhkan dukungan moral saat akan mengambil keputusan yang penting. Untuk menaklukkan calon pembeli seperti ini tidaklah sulit. Anda hanya harus jadi pendukungnya. Anda bisa mencoba menjadi teman yang ada saat mereka membutuhkan dukungan moral. Sebagai contoh: Saat calon pembeli mengeluhkan sebuah problem, jangan menyalahkannya (walaupun Anda tahu sebenarnya dia salah). Dukung alibinya untuk mendapatkan hatinya.

  • Berikan Pujian

Semua orang pasti senang dipuji tapi orang dengan karakter melankolis lebih menyukainya ketimbang orang lain. Jadi, jangan segan untuk memberikan pujian. Namun, jangan sampai terlampau berlebihan. Biasanya kalau Anda sudah memberikan pujian, orang tersebut akan menyangkalnya walau sebenarnya dia merasa sangat senang.

  • Porsi 30:70

Beda dengan karakter pemimpin, untuk orang dengan karakter manager adalah kebalikannya. Anda gunakan 30% waktu Anda untuk mendengar dan sisa 70% untuk berbicara. Jangan khawatirkan masalah mendominasi pembicaraan karena sebenarnya calon pembeli dengan karakter manager memang suka dengan kegiatan mendengar. Dengan demikian dia bisa melakukan evaluasi. Mereka tidak akan suka jika Anda ternyata terlalu pasif dan sedikit berbicara karena mereka jadi tidak punya bahan untuk dievaluasi.

  • Karakter Artis (Sanguinis)

Apa saja ciri-cirinya?

  • Orang dengan karakter ini memiliki penampilan yang trendi. Bahkan di beberapa kesempatan, penampilannya terkesan terlalu ngejreng dan kadang suka tampil beda.
  • Sering tertawa dengan keras dan banyak bicara. Biasanya mereka juga memiliki selera humor yang tinggi.
  • Orangnya sangat ekspresif. Saat berbicara, hampir semua bagian tubuh ikut bergerak.
  • Tidak betah duduk berlama-lama.
  • Cenderung cepat kalau sedang berpikir atau mengambil keputusan.
  • Tidak malu-malu untuk bertanya dan sering kali mengumbar rahasia orang lain tanpa rasa sungkan.
  • Sering meminta pendapat atau komentar tentang penampilan mereka.
  • Cara Menghadapinya
    • Ikutlah Tertawa

Karena mereka suka tertawa, ikutlah tertawa khususnya saat dia sedang bercerita atau melontarkan lelucon. Sekali-sekali boleh meledek untuk tujuan lucu-lucuan tapi jangan sampai Anda mengkritik mereka.

  • Berikan Pujian Terus Menerus

Tipe orang seperti ini sangat suka pujian karena mereka menganggapnya sebagai bagian eksistensi dan popularitas mereka. Mereka memilih penampilan yang mencolok juga dengan maksud untuk memancing pujian. Lakukan pujian secara terus menerus dan cobalah untuk terdengar tulus bahkan untuk pujian terhadap hal-hal yang kecil.

  • Porsi 70:30

Sebaiknya Anda menggunakan 70% waktu Anda untuk mendengar dan 30% untuk berbicara. Orang seperti ini sangat gemar berbicara dan nyerocos. Tidak baik bagi Anda jika Anda mencoba untuk mendominasi pembicaraan. Kalau dia sudah nyerocos, berikanlah respon tertawa. Itu yang paling gampang.

  • Karakter Karyawan (Plegmatis)

Bagaimana mengenali ciri-cirinya?

  • Memiliki kepribadian yang tenang.
  • Suaranya kecil kalau berbicara.
  • Cenderung lebih menjadi pendengar khususnya saat ada di keramaian.
  • Sifatnya penurut dan susah menolak permintaan orang lain.
  • Tidak suka mengambil keputusan, lebih suka kalau keputusan dibuatkan orang lain.

Ini dia beberapa cara menghadapi orang tipe ini.

  • Jadilah Motivator

Boleh dibilang orang-orang seperti ini memiliki tingkat kepercayaan diri yang cenderung rendah. Membeli properti merupakan langkah yang amat sangat besar bagi mereka. Untuk memungkinkan mereka jadi pembeli yang serus, jadilah motivator. Mereka lebih senang dipimpin. Giringlah mereka untuk menumbuhkan keinginan untuk membeli properti tapi gunakan nada yang tetap kalem saat memotivasi dan jangan gunakan nada tinggi.

  • Curhatlah!

Karena sifatnya yang sudah mendengarkan, jadikan saja mereka tempat curhat Anda. Mereka suka mendengar Anda. Jadi manfaatkan saja, sekalian hitung-hitung membuang keluh kesah Anda.

  • Porsi 30:70

Gunakan 70% waktu Anda untuk bicara dan 30% untuk mendengar. Silakan saja mendominasi pembicaraan dengan karakter orang seperti ini dan mereka tidak akan keberatan. Malah, mereka akan menyukainya.

  • Cobalah mulai dengan menggali informasi tentang kebutuhan calon pembeli. Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat untuk melakukannya. Ada beberapa contoh pertanyaan yang bisa Anda gunakan seperti di bawah ini.
    • Harga: Berapa budget yang Bapak/Ibu siapkan untuk membeli properti?
    • Motivasi: Apa tujuan pembelian properti ini?
    • Lokasi: Bapak/Ibu punya preferensi lokasi properti di mana?
    • Kebutuhan: Apa Bapak/Ibu punya spesifikasi atau kriteria khusus untuk properti yang ingin dibeli?
    • Waktu: Kapan Bapak/Ibu perlunya?
    • Keuangan: Bapak/Ibu lebih memilih pembayaran secara cash atau KPR?

Setelah Anda tahu kebutuhan mereka, tawarkan properti yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tekankan pada fitur, fungsi, manfaat dengan menyesuaikan kebutuhan calon pembeli itu.

  • Bicaralah dengan nada yang tenang tapi tetap percaya diri. Berikan kesan yang hangat, ramah dan luwes serta gunakan bahasa yang santun, profesional, lancar, dan nada yang bersemangat. Hindari sifat berbicara yang bertele-tele. Usahakan untuk menatap lawan bicara Anda dan jangan membuang muka saat berbicara. Tapi jika lawan bicara Anda memiliki sorot mata yang tajam, tetap pandang wajahnya tapi jangan terus menerus menatap matanya. Cobalah untuk mengalihkan pandangan Anda ke bagian wajah yang lain seperti hidung, alis, atau bulu mata.
  • Untuk masalah intonasi, gunakan nada yang sedang. Jangan menggunakan nada yang tinggi tapi juga jangan gunakan nada yang terkesan monoton seperti robot. Artikulasi atau pengucapan Anda harus jelas dan ritmenya juga sedang. Jangan terburu-buru atau terlalu lambat.
  • Saat menyebutkan harga, katakana dengan jelas dan pasti. Jangan pernah ragu-ragu dan tunjukkan dengan gestur tubuh yang tegas.
  • Gunakan kata sapaan universal seperti Bapak/Ibu/Mas/Mbak. Jangan gunakan sapaan bahasa daerah walaupun Anda tahu daerah asal mereka seperti memanggil Babe karena Anda tahu calon pembeli Anda merupakan asli Betawi.
  • Usahakan memberikan jawaban yang positif sepanjang waktu. Sebagai contoh, “Ya Pak…, Baik Pak…, dsb).

Kalau memang terjadi keberatan-keberatan seperti itu, sebagai pihak penjual, Anda malah seharusnya merasa senang. Keberatan-keberatan itu terjadi karena ada keseriusan dari pihak pembeli. Namanya juga orang yang akan membelanjakan uang, apalagi jumlahnya banyak, pasti mereka akan sangat berhati-hati dalam memastikan bahwa properti yang akan mereka beli adalah pilihan yang tepat. Tanda-tandanya bisa dilihat saat mereka sedang menawar harga, meminta diskon, bertanya berapa harga pasnya, dan bertanya tentang hal-hal yang lebih mendetail. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa melihat beberapa contoh keberatan-keberatan yang biasanya diajukan oleh calon pembeli.

  1. Harganya Terlalu Mahal
    • Senin Harga Naik!

Mungkin Anda berpikir, “Halah, frase itu cuma untuk menakut-nakuti calon pembeli saja. Kenyataannya hari Senin harga tetap sama”. Tapi ternyata cara ini masih sangat efektif lho apalagi untuk perumahan yang masih baru khususnya kalau ternyata tingkat penjualannya juga termasuk cukup tinggi. Strategi ini juga sangat ampuh jika unit properti yang tersedia hanya tinggal sedikit.

  • Beberapa Hari yang Lalu Sudah Ada yang Menawar tapi Belum Saya Lepas

Lagi-lagi ini bisa dibilang sebagai strategi menakut-nakuti calon pembeli tapi masih tetap ampuh. Jawaban ini sangat cocok untuk rumah second agar calon pembeli tidak menawar di bawah harga standar yang Anda tentukan. Sebagai contoh, “Kemarin sudah ada yang menawar 500 juta Bu, tapi belum saya lepas. Kalau Ibu menawar di bawah itu yang jelas berat di saya, Bu”.

  • Siapkan Data

Kuatkan argumen Anda dengan menyiapkan data. Anda bisa menggunakan data dari jasa appraisal khususnya tentang masalah harga.

  • Beri Diskon Kalau Memungkinkan

Kalau Anda memang masih ingin memberikan ruang nego, memberikan diskon bisa jadi alternatif yang baik. Sebagai contoh, “Harga normalnya 1 miliar lho, Pak. Tapi saya bisa kasih diskon 10% plus karena ini hari Jum’at yang insyaAllah berkah dan kalau Bapak langsung setuju membeli, saya beri tambahan diskon 15% lagi. Jadi Bapak cuma harus bayar 750 juta saja.”

  • Coba Tantang Mencari yang Lebih Murah

Kalau negosiasi terkesan terlalu alot, dan jika memang memungkinkan, cobalah tantang balik calon pembeli untuk mencari properti tandingan dengan harga yang lebih murah apalagi jika Anda memang sudah yakin dengan harga properti Anda. Anda bisa mengatakan, “Harganya sudah murah Pak. Kalau tidak percaya, coba Bapak tengok perumahan-perumahan di sekitar sini. Harganya sudah di atas itu, Pak.”

  • Menelepon Pemilik

Khusus jika Anda adalah seorang agen properti yang menawarkan rumah milik orang lain, teleponlah pihak pemilik khususnya jika calon pembeli memang terlihat sangat serius dan siap melakukan transaksi. Sebagai contoh, calon pembeli mengatakan, “Mas, kira-kira kalau saya mau bayar softcash, bisa diangsur selama 5x tidak ya?” Anda bisa menjawab, “Oh, kalau saya tidak bisa memutuskan, bagaimana kalau saya teleponkan pemiliknya dan Bapak berbicara langsung dengan pemiliknya?”

  • Siapkan Pembanding

Anda bisa melakukan ini hanya jika Anda sudah melakukan survey terhadap pesaing Anda serta sudah mendapatkan informasi harga jual dari pesaing Anda tersebut. Tidak hanya itu saja, Anda juga harus berani memberikan harga di bawah harga yang ditawarkan pesaing Anda. Dengan demikian Anda bisa menggunakan properti milik pesaing sebagai pembanding.

  • Berikan Hadiah

Jika Anda memang menyediakan ruang lebih untuk promo hadiah, lakukan saja. Sebagai contoh Anda bisa menawarkan gratis unit TV untuk pembelian rumah yang Anda jual.

  1. Masalah Metode Pembayaran
  • Bisa KPR

Calon Pembeli: Apa bisa bayar pakai KPR? Kalau iya, berapa kira-kira cicilannya?

Anda: Sangat bisa! Kami menerima KPR dari hampir semua bank dan saya siap membantu pengurusannya. Untuk perkiraan cicilannya, mari kita lihat sama-sama (kemudian Anda mengeluarkan smartphone Anda dan gunakan aplikasi simulasi KPR bersama calon pembeli).

  • Ingin Bayar Cash tapi Uang Kurang

Calon Pembeli: Duh, saya tuh pengen bayar cash tapi uangnya cuma ada 500 juta. Kurang 100 juta lagi.

Anda: Bayar cash sangat bisa, Bapak/Ibu. Tapi maaf harganya 600 juta, tidak bisa kurang lagi. Kalau Bapak/Ibu berkenan, sisa pembayarannya yang 100 juta bisa dicicil tapi dibuatkan perjanjian di atas notaris. Kalau sudah lunas semuanya baru bisa dibalik nama. Tapi kunci rumah sudah bisa langsung Bapak/Ibu pegang sekarang juga kalau sudah dibayar cash 500 juta itu.

  • Anti Riba

Calon Pembeli: Saya tertarik mau membeli, tapi saya tidak mau pakai metode pembayaran yang rentan riba. Ada solusi?

Anda: Bapak/Ibu bisa melakukan cicilan tanpa bunga selama 2 tahun. Tapi dengan catatan, harga rumahnya kita naikkan menurut proyeksi perkiraan harga 2 tahun ke depan. Kalau sudah lunas, baru bisa dibalik nama. Atau Bapak/Ibu bisa menggunakan fasilitas KPR yang ditawarkan Bank Syariah. Saya sudah ada beberapa kontak dari Bank Syariah yang bisa membantu pengurusan KPR. Saya juga siap membantu. InsyaAllah bebas dari riba.

  1. Masalah Spesifikasi Rumah
  • Tes Sendiri

Umumnya hal ini terjadi pada rumah-rumah yang murah dan spesifikasinya boleh dikatakan rendah. Untuk meyakinkan calon pembeli, sebagai pihak penjual, Anda bisa mencoba memukul tembok rumah yang sudah diaci sambil berkata, “Konstruksi bangunannya kuat kok”. Tapi jangan memukulnya keras-keras, ya? Tujuannya hanya untuk meyakinkan calon pembeli kalo rumah itu menggunakan material yang berkualitas.

  1. Enggan Membayar Pajak

Kalau ada calon pembeli yang terkesan serius tapi dia enggan membayar pajak dan minta pajak ditanggung penjual, katakan, “Rumah yang pajaknya ditanggung penjual biasanya harganya memang sudah dinaikkan di atas harga pasar untuk menutupi biaya pajak itu, Bapak/Ibu. Nah, apakah Bapak/Ibu mau membeli rumah di atas harga pasar? Lagipula masalah pajak ini sudah diatur oleh negara.” Umumnya, kalau sudah diberi tahu seperti itu, calon pembeli akan melunak dan mau menanggung pajak. Kalau masih kekeuh tidak mau bayar pajaknya, ungkapkan bahwa Anda terpaksa menolak penawaran tersebut. Kemudian sebulan setelahnya, cobalah untuk follow up lagi dan tanyakan apakah bersedia untuk membayar pajak. Kalau masih menolak juga, lakukan langkah yang sama setelah sebulan menunggu.

Tujuan selanjutnya tentu saja adalah mendapatkan tanda jadi dari calon pembeli. Nilai minimalnya jangan sampai di bawah 500 ribu. Selalu siapkan kuitansi dan juga materai untuk keperluan tanda jadi itu.

Di fase ini, ingatkan lagi tentang keuntungan kalau membeli sekarang dan kerugian kalau menunda-nuda. Jangan lupa untuk memotivasi calon pembeli untuk melakukan tanda jadi hari itu juga. Anda bisa menggunakan informasi mengenai lokasi properti sebagai salah satu bentuk motivasi. Anda juga bisa mengatakan tentang kantor pemasaran agen properti Anda dan Anda siap mengantar ke sana untuk melakukan tanda jadi. Atau bisa juga Anda mengatakan bahwa uang tanda jadinya bisa ditransfer langsung ke rekening dan kuitansi langsung dibuatkan di tempat Anda janjian. Kalau ternyata calon pembeli tidak membawa uang cash, tawarkan untuk mengantarkan ke ATM. Bagaimana kalau ternyata calon pembeli menolak tanda jadi, tunggu 2-3 hari dan coba tawarkan lokasi properti yang lain. Kalaupun calon pembeli menolak tanda jadi, tetaplah ucapkan terima kasih dan berikan senyuman yang tulus. Jangan pernah merengek kalau calon pembeli batal membeli properti. Yakinlah kalau properti Anda itu nantinya akan menemukan jodoh pembeli yang paling pas.

Sabar adalah kuncinya. Berikan waktu bagi calon pembeli selama 2-3 hari supaya mereka bisa berpikir lebih jauh dan berdiskusi dengan keluarga atau orang terdekat mereka.

  • Teleponlah calon pembeli setelah 2-3 hari.
  • Kalau ternyata mereka memutuskan untuk tidak jadi membeli, gunakan kesempatan ini untuk menggali informasi lebih jauh tentang alasan mereka membatalkan. Apakah ada yang kurang dari rumah yang Anda tawarkan? Apa ada yang tidak disukai dari rumah tersebut? Dengan demikian mungkin Anda bisa mencari atau menawarkan properti lain yang bisa jadi sesuai dengan keinginan mereka.
  • Kalau Anda adalah agen properti yang memiliki banyak listing, gunakan listing-listing tersebut dan sesuaikan dengan kriteria mereka.
  • Tetaplah hormati apapun keputusan dari calon pembeli Anda. Tetaplah bersikap ramah apapun yang terjadi. Anda tidak akan pernah tahu kalau ternyata nantinya calon pembeli berubah pikiran. Jangan pernah menyerah kalau ternyata gagal menjual. Prinsipnya, gagal ya cari lagi. Sesederhana itu!

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurus berbagai macam administrasi yang mendukung kelegalan transaksi tersebut. Berikut ini adalah beberapa tahapannya.

  • Mengurus Akta Jual Beli (AJB)

Seperti yang sudah diatur dalam pasal 37 Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 1997, AJB merupakan bukti sah peralihan kepemilikan ha katas tanah dan bangunan. PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)-lah yang mengurus AJB ini. Atau bisa juga dilakukan oleh Camat jika ternyat adi daerah tersebut belum terdapat PPAT. Dan peralihan hak atas tanah dan tidak bisa dilakukan hanya di bawah tangan saja.

  • Pemeriksaan Administrasi oleh PPAT

Sebelum pembuatan AJB, PPAT akan melakukan berbagai pemeriksaan terlebih dahulu seperti pengecekan sertifikat asli dan alurnya akan bisa Anda lilhat di bawah ini.

  • Pemeriksaan Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN)

BPN-lah yang berwenang untuk memeriksa keabsahan dari sertifikat tanah dan bangunan yang akan diperjual belikan. Properti juga akan dipastikan tidak dalam sengketa, sedang dalam jaminan bank, diblokir pihak lain, dan berbagai masalah lainnya. Hanya kalau sudah tidak ada masalah, maka proses selanjutnya bisa dilakukan. Kalau masih ada masalah, penjual harus menyelesaikannya terlebih dahulu.

  • Menyerahkan SPPT PBB Serta Bukti Pembayarannya

SPPT PBB dan bukti pembayarannya harus diserahkan oleh pihak penjual kepada PPAT untuk memastikan sudah tidak ada lagi tunggakan pajak.

  • Menyerahkan Berbagai Dokumen dari Pihak Penjual dan Pembeli kepada PPAT sebelum AJB Ditanda Tangani

Dokumen-dokumen yang harus disiapkan oleh Anda selaku penjual adalah:

  • IMB dan dokumen lain yang berhubungan dengan tanah dan bangunan.
  • Fotocopy KTP dan juga KK suami istri.
  • Fotocopy surat nikah kalau ada. Kalau belum menikah, harus menyertakan surat pernyataan yang bahwa yang bersangkutan belum menikah.
  • Fotocopy NPWP.
  • Fotocopy surat keterangan kematian apabila pihak pimilik properti sudah meninggal.
  • Fotocopy surat keterangan waris jika status properti yang akan dijual merupakan harta warisan.

Sementara dokumen yang harus disiapkan oleh pihak pembeli mencakupi fotocopy KK dan juga KTP serta NPWP. Lalu, apabila semua persyaratan sudah bisa dilengkapi, penjual sudah mendapatkan haknya, pajak sudah lunas dibayar semuanya, biaya AJB sudah diterima oleh pihak PPAT, maka proses penanda tanganan AJIB sudah bisa dilakukan dan wajib dihadiri oleh dua orang saksi. Biasanya saksi merupakan karyawan kantor PPAT itu.

  • Balik Nama Sertifikat

Balik nama sertifikat dilakukan oleh PPAT yang membuat AJB dan prosesnya memakan waktu sekitar 2 minggu. Dalam teknisnya, nama dalam sertifikat awal akan diganti dengan menyertakan informasi nomor AJB dan juga tanggal pembuatan AJB oleh PPAT.

  • Membayar Proses Administrasi

Semua pembiayaan administrasi sebelum proses penanda tanganan AJB merupakan kewajiban pihak penjual. Kalau penjual menggunakan jasa agen properti, agen properti biasanya yang akan menalangi terlebih dahulu dan nantinya penjual akan membayarnya termasuk komisinya.

Sebelum penanda tanganan AJB, ada biaya yang wajib dibayarkan ke PPAT terlebih dahulu dan ada juga pembiayaan serta pajak yang dilakukan baik oleh penjual maupun pembeli. Biaya notaris untuk penanda tanganan AJB dan juga biaya balik nama biasanya merupakan tanggungan pembeli. Untuk lebih rinci, Anda bisa melihat informasinya di bawah ini.

Biaya yang ditanggung pihak pembeli:

  • Harga properti (baik itu tanah/bangunan atau keduanya)
  • BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) atau sering disebut pajak pembelian.
  • Biaya notaris/PPAT
  • Biaya balik nama
  • Biaya AJB
  • Biaya pengurusan sertifikat
  • Pajak pembelian biasanya besarnya 5% dari NJOP dikurangi dengan NJOPTKP. Nilainya bisa dilihat di SPPT PBB.

Biaya yang ditanggung pihak penjual:

  • Pajak penjualan
  • Pelunasan PBB
  • Biaya materai
  • Komisi untuk agen properti (kalau menggunakan jasa agen yang nilainya 2,5 – 3% dari nilai jual properti).

Kalau pembeli membeli rumah dengan sistem KPR, biaya administrasi di atas akan dimasukkan ke dalam syarat pengajuan KPR. Nilainya berkisar antara 1-6% dari nilai pinjaman. Semua biaya tersebut sudah tercantum dalam SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit) yang dibuat oleh bank yang memberikan KPR. Oleh karenanya, semua biaya administrasi tersebut berasal dari dana pribadi baik pihak penjual maupun pembeli.